13
May
10

FanFic: My Sunny (Chapter 3)

My Sunny / Chapter 3

Credit: ElfTriples

Title: My Sunny

Author : Asty A

genre : Romantic

Casts: SS501 Kim Hyungjun, Han Jeah
New Cast : 2ne1 Park Bomlee

~~~

Chapter 3

7.00 PM – Jeah’s Room (2006- Prom Night time)

Aku menatap kesal bayanganku di cermin. Hufff.. sudah kuduga aku seharusnya tidak perlu mengikuti acara prom night di sekolahku ini.

Alasannya? Apa bajuku jelek? Tidak. Baju ini bagus, kok.

Lalu?

Karena aku akan pergi ke prom dengan Sunny. Iya, dengan si Hyungjun itu! dia pasti terlihat sangat sangat sempurna. Pasti berbanding terbalik denganku. aku hanya tidak percaya diri. Dan jujur, aku ingin terlihat cantik di depannya. Yah, walaupun kami sudah dekat selama hampir dua tahun hingga sekarang kami sudah lulus dari SMA, tetap saja dia adalah orang yang kusukai. Huff..

Berkali-kali aku membetulkan bajuku, maupun rambutku.

Aku gelisah sekali. huh, tapi pasti dandananku akan rusak. Aku kan naik sepeda motor. Huah, eotteohke?

Tiiiiiin.. tiiiiiiinn..

Terdengar suara klakson mobil. Mobil siapa sih? Berisik sekali?

Aku tidak peduli. Aku tetap membereskan rambutku.

Tiiiiiiin.. tiiiiiiinn..

Tiiiiinnn..

TIIIIIIIIIIIIIIIINN!!!

Aish! siapa sih itu?

Aku segera memakai sepatuku dan berjalan ke luar kamar dan menuju pintu.

Aku membuka pintu rumahku dan berjalan ke halaman. Di depan pagarku tampak seorang namja sedang berdiri membelakangiku. Dia menyandarkan kakinya di sebuah mobil mewah. Tunggu dulu, sepertinya aku mengenal namja ini.

“Sunny-ah?”

Namja itu berbalik dan menatapku.

Aigoo! Benar! Itu Hyungjun! Dia sempurna! Dia memakai tuksedo warna hitam. Ya Tuhan, dia tampan sekali!

“Jeah.. apakah itu kau?”

Aku langsung menutup mukaku.

“iya! ini aku! Kenapa? make up ku jelek ya? sudah! Jangan mengejekku! Aku malu!” teriakku.

“tidak Jeah. Kau..”

“aku apa?”

Dia menatapku dari atas sampai bawah.

“kau cantik sekali. benar-benar cantik, seperti malaikat.”

Deg! Jantungku berdegup kencang dan wajahku menjadi merah padam. Malaikat? Dia memujiku atau hanya membuatku gr sih?

Jeah, sadarlah. Gengsimu! Ingat gengsimu!

“ka.. kau.. kau kenapa kesini? Bukannya kita sepakat bertemu di sekolah saja?”

“aku khawatir kau tidak datang. Manatahu karena kau malu atau tidak percaya diri, kau tidak jadi datang. Kau kan orangnya seperti itu! dan aku tidak akan membiarkan kau yang sudah cantik begini jadi berantakan karena sepeda motormu itu.”

Darimana dia tahu? Memang itu yang awalnya ingin kulakukan!

“itu mobil siapa?” tanyaku.

“mobilku.”

“kau punya mobil?”

“jelaslah aku punya mobil.”

“babo. Kenapa kau tidak menggunakan mobilmu untuk pergi ke sekolah?”

“sekolah kan tidak jauh dari rumahku. Yasudah, nanti kita terlambat. Kkaja!”

Hyungjun menarik tanganku ke arah mobilnya. Dia membukakan pintu untukku.

“masuklah.”

Aku masuk ke dalam mobilnya. Dia lalu memasangkan sabuk pengamanku. Romantis sekali,ya?

~~~

7.15 PM – Myongji High School’s Convention Hall (2006)

Hyungjun menggandeng tanganku masuk ke dalam convention hall. Sampai di dalam ternyata sudah banyak haksaeng yang datang.

Kami berdua bergabung dengan mereka dan menikmati malam terakhir semua haksaeng berkumpul, karena besok sekolah sudah diliburkan. Yah, rasanya senang juga lepas dari bangku SMA.

~~~

9.00 PM – the Hill (2006)

Aku dan Hyungjun berjalan ke bukit rumput seusai acara prom. Kami berdua duduk di rumput, memandangi bintang-bintang yang berkilauan seperti berlian di langit.

“Sunny-ah, apa kau membenci bintang-bintang yang indah itu?” tanyaku.

“eung? Kenapa aku harus membenci bintang?”

“karena jika ada bintang, matahari kan tidak ada.”

“hem, tidak. Aku tidak membenci bintang.”

“aneh. Bukannya kau sangat suka matahari?”

“memang iya.”

“lalu, kenapa kau tidak kesal saat bintang mengusir matahari yang kau sukai itu?”

“dulu memang aku benci bintang. Tapi saat ini tidak. Karena walaupun ada bintang, matahariku tetap ada di dekatku saat ini.”

“kau gila, ya? mana ada matahari malam-malam begini!”

“ada.”

“tidak.”

“ada!”

Hufff.. akhirnya aku menyerah.

“memang kau benar. Matahari tidak ada malam-malam begini. Tapi itu menurutmu,kan?”

“ya iyalah. Memangnya menurutmu?”

“matahariku sedang ada di sampingku saat ini.”

Apa maksudnya? Jadi, menurutnya… akulah mataharinya?

Deg! Jadi, dia menyukaiku? Ah, aku terlalu takut untuk bertanya walaupun nyaliku sudah membesar dari sekecil biji kacang hijau menjadi sebesar biji jeruk.

Tiba-tiba bintang-bintang lenyap. Cuaca menjadi mendung.

“akan hujan! Kkaja! Cepat kita pergi! Aku tidak mau melihatmu trauma lagi seperti bertahun-tahun yang lalu!”

Aku langsung berdiri untuk segera berlari. Namun Hyungjun menarik tanganku. Dia malah tetap diam. Tetap duduk di atas rumput.

“ya! kkaja cepat!”

“kajima.”

“nah, makanya kalau kau takut, kau harus cepat-cep.. apa? Apa kau bilang barusan?”

“kajima. Jangan pergi.”

“ya! Sunny-ah!”

“temani aku. Aku ingin tetap disini. Jebal..”

“tapi hujannya?”

“aku ingin merasakan hujan. Aku ingin melupakan traumaku. Bantu aku. Bantu aku untuk sembuh. Jebal.”

Aku yang masih heran hanya menuruti perintahnya. Aku duduk di sampingnya dan terus menatapnya yang sedang memejamkan matanya.

Tesss..tesss..

Rintik hujan mulai membasahi kami. Hyungjun mulai menangis.

“eomma..”

“sunny-ah! kau harus kuat! Lawanlah traumamu!”

“eomma…”

“sunny-ah! aku ada disini untukmu! Aku akan tetap bersamamu, Sunny-ah! kuatlah!” aku menggenggam tangannya erat.

Akhirnya dia berhenti menangis. Sebuah senyum terbentuk di bibirnya, juga di bibirku.

Aku tak berhenti menatapnya, walaupun hujan sudah membasahi kami berdua. Aku ingin terus seperti ini. aku takut kau akan pergi setelah kita lulus ini. tapi apa kau menyukaiku? Apa maksud kata-katamu tadi?

~~~

5.45 PM – Jeah’s Room (2009)

Sunny.. sunny.. apa kabarmu? Kabarku baik-baik saja.

Sunny. Kau sedang apa sekarang? apa kau baik-baik saja? Apa kau sedang sakit? Apa kau masih trauma dengan hujan?

Jawab! Jawab, Hyungjun! Jawab! Kau dimana? Kenapa kau tidak pernah menghubungiku?

Aku terduduk di lantai. Air mataku membanjir. Aku memegang kalung matahari yang menggantung di leherku.

Apa kau tidak tahu aku tidak pernah melepaskan kalung ini? Apa kau tidak tahu betapa senangnya aku saat mendapat kalung ini?

~~~

1.00 PM – Ice Cream Cafe(2006)

“Sunny-ah.. apa rencanamu selanjutnya?” tanyaku.

“maksudnya?” tanya Hyungjun balik.

Dia menikmati es krimnya hingga es krim belepotan di mulutnya.

Aku menggeleng dan mengelap es krim itu dengan tissue. Hyungjun tersenyum.

“maksudku, kau mau ke universitas mana?”

“kau?”

“aku ke universitas Kyunghee saja..”

“aku..”

Jawablah Kyunghee juga! Aku ingin bersamamu lagi!

“aku tidak tahu.”

“kenapa tidak di Kyunghee?”

“yah, nanti akan kupikirkan lagi. oh iya, aku punya sesuatu untukmu.”

Hyungjun mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Sebuah kotak perhiasan. Apa itu?

“Sunny-ah… apa itu?”

Hyungjun tersenyum lalu menyerahkan kotak itu padaku. Aku membuka kotak itu.

Ya, Tuhan! Kalung ini bagus sekali!

Kalung ini berbentuk matahari di dalam sebuah lingkaran, dengan puluhan butir berlian yang berkilauan.

Tanganku bergetar saat mengambil kalung itu.

“ini.. benar-benar indah.”

“kau suka?”

“benar-benar suka. Tapi ini pasti mahal. Apa kau yakin memberikan ini padaku?”

“yakin. Sini, aku pakaikan.”

Hyungjun mengambil kalung itu dari tanganku lalu memakaikan kalung itu ke leherku.

Rasanya aku senaaaaaaaaaang sekali. aku ingin sekali melompat saking senangnya, tapi aku tetap harus menjaga imageku di depan Hyungjun. Harus!

~~~

6.00 PM – Jeah’s Room (2009)

Sunny.. sunny.. begitu banyak cerita tak habis tentangmu..

Ceritaku saat bersamamu itu banyaaaaaak sekali. semuanya indah.

Melihat matahari bersama, melihat bintang, makan es krim, jalan-jalan.

Oh. Semua indah.

Kecuali satu.

Saat itu.

Kejadian itu.

Apa kau tidak tahu aku sakit sekali saat itu?

~~~

2.10 PM – The Hill

“Jeah..”

“ye?”

“aku.. aku akan pergi ke Phusan.”

“mwo? kenapa?”

“Kyujong sepupuku, akan menikah. Jadi aku akan hadir ke pestanya.”

“ohh.. ya sudah. Tapi kapan kau pulang?”

“mungkin minggu depan.”

“minggu depan? Hem.. ya sudah.. kapan kau akan pergi?”

“nanti sore.”

“mwo? ya sudah. Aku antar ya?”

“gomawo, Jeah..”

Dia tersenyum.

Tapi entah kenapa perasaanku tidak enak. Hati kecilku tidak mengizinkan dia pergi. Tapi persetanlah, tidak
mungkin aku mencegah Hyungjun kan?

~~~

5.00 PM – Train Station (2006)

“keretaku sudah akan berangkat.”

“ne. hati-hati ya, Sunny-ah..”

“annyeong.. tunggu aku ya. minggu depan aku akan pulang.”

“ne.”

Hyungjun tersenyum lalu berjalan meninggalkanku.

Tapi dia berhenti dan berbalik. Dia terdiam menatapku.

Dia lalu berlari dan memelukku.

“Sunny-ah? waeyo?”

“entahlah. Aku hanya takut tidak akan bertemu denganmu lagi.”

Sebenarnya itu juga yang kutakutkan, tapi..

“bicara apa kau ini? sudahlah. Pergilah, Sunny-ah. aku kan bisa meneleponmu. Atau kita sms-an saja. Ya sudah. Keretamu sudah mau berangkat. Pergi sana!”

“tapiii… hiks.. aku takut takkan bertemu denganmu lagi..”

Dia menangis? Dasar…

“hahahaha.. sudahlah Sunny-ah… Aku akan menjemputmu nanti..”

“janji?”

“yaksoghalke..”

Hyungjun melepaskan pelukannya, menghapus airmatanya, lalu tersenyum dan berlari menjauh.

Sebenarnya aku tak rela melepasmu. Entah kenapa aku merasa takut. Takut sekali.

~~~

4.30 PM – Train Station (2006)

Seminggu sejak kepergian Hyungjun, aku datang ke stasiun. Aku duduk di kursi yang ada di stasiun. Aku menunggu Hyungjun. Dia berkata padaku di sms bahwa dia akan pulang hari ini jam 4.45 sore. Aku harap aku tidak terlambat.

Aku tidak sabar bertemu denganmu lagi, Sunnyku!

~~~

10.00 PM – Train Station (2006)

Dia belum juga datang. Sudah jam sepuluh malam. Sebuah kereta sudah sampai. Kata petugas stasiun ini adalah kereta terakhir. Tapi Hyungjun belum juga muncul. Dia tidak datang. Kemana dia?

Apa dia meninggalkanku?

Andwae!

Aku tidak mau berpisah dengannya secepat ini. aku tidak mau!

~~~

7.00 PM – Jeah’s Room (2009)

Dia tidak pulang. Dia tidak datang ke stasiun. Dia membohongiku. Dia meninggalkanku. dia tidak mengangkat teleponku atau membalas smsku. Dia menghilang. Dia tidak pernah datang. Aku menunggunya di bukit rumput, tapi dia tidak juga datang. Eotteohke? Apa yang harus kulakukan sekarang?

Sudah tiga tahun aku menunggunya, tapi dia tidak juga muncul.

Dia tidak tahu bahwa aku mencintainya, dan aku juga tidak tahu perasaannya padaku. Kalung matahari ini belum menjadi bukti bahwa dia mencintaiku. Lalu…

Eotteohke?

Aku membutuhkanmu! Aku membutuhkan sinarmu. Aku tidak bisa tanpamu.

Hidupku hampa.

Hampa sekali..

Tapi tunggu..

Kenapa aku tidak cari ke Phusan saja?

~~~

3.30 PM – Phusan Train Station (2009)

Aku turun dari kereta yang kunaiki dari Seoul. Aku melangkah ke dalam gedung stasiun.

Tapi, aku harus kemana? Haaah… babo.. dasar babo.. kenapa aku tidak memikirkan dulu, aku harus kemana.
Lebih baik aku mencari hotel dulu. Hem, lagipula aku sudah capek dan lapar.

Aku melangkah keluar stasiun. Aku mencari taksi. Hem, kenapa tidak ada taksi,ya?

Aku mendekati seorang petugas stasiun.

“ahjusshi, apa ada hotel di sekitar sini?” tanyaku.

“mwo? hotel? Ada. Dari gerbang stasiun ini, kau lurus saja, lalu belok kiri. Nah disitu ada hotel.”

“ah.. ne.. kamsahamnida, Ahjusshi..”

Aku tersenyum lalu berjalan menuju tempat yang dimaksudnya.

~~~

8.00 AM – The Hotel

Aku bangun pagi-pagi sekali. aku langsung keluar hotel untuk mencari Hyungjun. Aku harus menemukannya dan membawanya pulang.

Tujuan pertamaku adalah Kyujong, sepupunya Hyungjun. Tapi apa di Phusan ini hanya satu orang yang bernama Kyujong?

Kruuukk.. kruuukk..

Perutku berbunyi. Aku belum sarapan. Lebih baik aku mencari tempat makan dulu.

Aku berjalan menyusuri jalan dimana hotelku berada.

Ah! itu ada restoran! Aku tersenyum lalu masuk ke dalam restoran itu.

Aku memesan sandwich tuna dan susu.

Aku lalu duduk di kursi yang ada di dekat jendela. Saat menunggu pesananku, aku melihat seorang namja sedang duduk membelakangiku. Kursinya memang tepat di depanku. Dia memakai jaket. Entah kenapa jantungku berdegup kencang saat melihat namja ini.

Ah! andwae! Aku harus mencari Hyungjun. Aku tidak boleh menyukai namja manapun!

Tiba-tiba seorang yeoja cantik datang. Rambutnya ikal panjang. Wajahnya cantik sekali.

Yeoja itu mencium pipi namja itu dan duduk di hadapannya. Yah, ternyata namja itu sudah punya yeojachingu ya?

Tapi bagaimana kalau namja itu jelek? Hem, aku jadi penasaran bagaimana wajahnya.

Akhirnya aku memutuskan untuk pindah ke kursi yang ada di depan kursi namja itu agar bisa melihat wajahnya.

ASTAGA! Namja itu!

Hyungjun! Aku yakin itu Hyungjun! Tapi rambutnya sedikit berbeda, dan wajahnya tampak lebih dewasa. Tapi dia tetap tampan! Tapi siapa yeoja yang di hadapannya itu? hyungjun menatap yeoja yang di hadapannya itu dengan sangat tulus.

Apa dia sudah melupakanku?

Apa dia meninggalkanku karena yeoja ini?

Aku terdiam. Air mataku mengalir, namun kutahan. Tidak, aku tidak boleh menangis.

Akhirnya aku tetap diam, menatap Hyungjun.

Tunggu dulu, bagaimana kalau dia bukan Hyungjun? Gayanya jelas berbeda dengan Hyungjunku.

Apa dia takut pada hujan?

Di luar sedang tidak hujan. Bagaimana aku tahu dia takut hujan atau tidak?

Tapi namja ini benar-benar berbeda dari Hyungjun yang kukenal. Tapi wajahnya benar-benar wajah Hyungjun!

Tunggu… tunggu..

Apa yang akan dilakukan namja itu?

Dia mendekatkan wajahnya ke wajah yeoja itu. bibirnya..

Mereka akan ciuman?

“ANDWAE!” tanpa sadar aku berteriak. Aku langsung menutup mulutku. Babo! Babo!

Semua orang di dalam restoran menatapku aneh, termasuk namja yang mirip dengan Hyungjun itu, juga yeoja yang ada di hadapannya.

Air mataku mengalir dari tadi dan belum juga berhenti.

Aku mengambil tasku lalu berlari ke luar restoran. Aku berlari menuju hotelku.

to be continued

_____________________

awas kalo gak dicomment saia tabok kalian…* bercanda*


2 Responses to “FanFic: My Sunny (Chapter 3)”


  1. 1 Nesia
    13 May 2010 at 12:57 pm

    Bgus ff.Na chingu.
    Aq ngikutin tr0z.
    Dilanjutin ya?
    Aq tnggu lanjutannya!!😀

  2. 3 June 2013 at 7:16 pm

    Good day! I just want to give a huge thumbs up for the great info you will have
    here on this post. I will be coming again to your weblog for
    more soon.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


May 2010
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

SS501

Kim Hyun Joong, Heo Young Saeng, Kim Kyu Jong, Park Jung Min, Kim Hyung Jun

Disinilah tempatnya Triple S, Mighty Max, & ELF, Kiss Me berkumpul. Aku harap kalian bisa enjoy dan aku juga mohon kesediaan kalian untuk tidak pelit dalam bercomment dan ngevote postingan yg menurut kalian bagus. Thanks

Pasang Banner Affiliate ini Juga yah diblogmu

Buat yang berminat jadi Author di blog ini silahkan mendaftarkan diri [DISINI]

Kalo mau curhat , comment hal2 yg gak penting, request, bashing-bashingan [Disini]

Jangan Lupa Buat Follow Aku Di Twitter

Add Me On Facebook

T-Max

Kim Joon, Shin Min Chul, Park Yun Hwa, Park HanBi, Joo Chanyang

U-Kiss

Alexander, SooHyun, KiBum, KiSeop, Eli, Kevin, DongHo

Top Rate

Categories

Visitor

  • 526,339 Visitor, Thanks For Coming

Tweeted

  • قال النبي صلى الله عليه وسلم : لغدوة في سبيل الله أو روحة خير من الدنيا وما فيها #Hadith #ﷺ 13 hours ago
  • فآمنوا بالله ورسوله والنور الّذي أنزلنا والله بما تعملون خبير ﴿٨﴾ -- سورة التغابن #Quran 14 hours ago
  • على أنقاب المدينة ملائكة لا يدخلها الطاعون ولا الدجال -- صحيح مسلم #@Hadith معنى أنقاب : طرق #ﷺ 18 hours ago
  • قل إني أخاف إن عصيت ربي عذاب يوم عظيم ﴿١٥﴾ من يصرف عنه يومئذ فقد رحمه وذلك الفوز المبين ﴿١٦﴾ -- سورة الانعام #Quran 21 hours ago
  • أعوذ بك من شر ما صنعت ، أبوء لك بنعمتك علي وأبوء بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت #أذكار_الصباح_والمساء #hadith 1 day ago

Max Triple Kiss Worlds


%d bloggers like this: