11
May
10

FanFic: My Sunny (Chapter 2)

Credit: Elf Triple S

Title : My Sunny

Author : Asty A

Casts : SS501 Kim Hyungjun, Han Jeah

genre: romantic

chapter 2

~~~

Tidak mungkin. Itu bukanlah Sunny-ku. Itu pasti bukan Hyungjun. Aku yakin itu bukan dia.

Lampu sudah berubah menjadi hijau.

Aku memacu sepeda motorku, mencoba melupakan namja tadi.

Tidak. Dia bukanlah Hyungjun. Aku tak perlu susah-susah memikirkan itu.

~~~

5.00 PM – Jeah’s Room (2009)

Aku menggantung tasku di gantungan yang menempel di pintu kamarku. Aku berjalan ke kamar mandiku untuk mencuci mukaku.

Setelah itu aku merebahkan diriku di atas tempat tidurku.

“meooongg..” terdengar suara meongan dari luar.

Pasti itu kucing tetanggaku. Kucing..? hem..

kucing mungkin bisa dibilang berperan penting dalam mendekatkanku dengan Sunny. Percaya,tidak?

~~~

7.15 AM – Myongji High School (2004)

Hari ini sangat cerah. Hem.. berarti Hyungjun masuk sekolah,kan? Waaah.. aku tidak sabar ingin bertemu dengannya. Aku tak tahu kenapa, tapi rasanya jantungku berdetak kencang saat mengingat wajahnya. Aku ingin sekali bertemu dengannya lagi. aneh,kan? Padahal baru kemarin aku bertemu dan mengenalnya.

Aku melangkahkan kakiku dengan semangat menuju kelasku. Tapi Hyungjun tidak ada. Aku berjalan ke kursiku lalu duduk. Aku menunggu dan menunggu, tapi Hyungjun belum juga datang.

Kriiiiing..

Sampai akhirnya bel masuk berbunyi, batang hidungnya belum juga terlihat.huah.. aku jadi tak semangat.

Kenapa dia tidak datang,ya? padahal kan hari ini tidak hujan. Jadi, kenapa dia belum juga muncul? Apa dia hanya berbohong soal kelas?

“jeah-sshi..” Changho seonsaengnim yang baru saja masuk memanggilku.

“ne. ada apa, seonsaengnim?”

“hapuslah papan tulis ini,ya..”

“ne..”

Aku menghela nafasku lalu berjalan ke depan untuk menghapus papan tulis.

“Jeah-sshi, sebagai sekretaris di kelas ini, aku ingin kau menyiapkan data baru.”

“data baru, waeyo?”

“akan ada haksaeng baru. Harusnya kemarin dia masuk, tapi dia belum datang-datang juga. Apa dia bolos,ya?”

“mwo? i.. iya seonsaengnim. Siapa namanya?”

“Kim Hyungjun.”

Deg! Ternyata dia tidak bohong. Dia benar-benar akan belajar di kelas ini. tapi kemana dia?

~~~

2.10 PM – Myongji High School (2004)

Sepulang sekolah aku berlari menuju gudang. Kuharap dia disini. Mungkin saja dia sedang tidur seperti semalam,kan?

Aish! pintu gudang terkunci. Tidak mungkin dia ada di dalam.

Huh.. dia kemana,sih?

Aku berjalan menuju gerbang sekolah.

Hah! Itu!

https://i1.wp.com/www.mooseyscountrygarden.com/garden-journal-06/cat-white-lawn.jpgKucing yang semalam!

“huaaa… kita bertemu lagi,yaaa?” ucapku senang.

Tapi dia malah berlari meninggalkanku.

“yaaaa!!!” teriakku.

Aku mengejarnya.

Dia berlari menuju sebuah bukit rumput yang ada di belakang sekolahku. Tapi kucing itu malah melompat ke atas pohon yang ada disana. Aish! lain kali kau pasti akan kukejar! Aku sangat menyukaimu, tahu! Huuh..

Aku lalu melihat sekelilingku. Aku tidak pernah ke bukit rumput ini sebelumnya. Aku baru tahu ternyata di atas sini banyak bunga-bunga bermekaran. Indahnya..

Aku lalu memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar bukit.

Tapi, apa itu?

Aigoo! Seorang namja berbaring di atas rumput, menghadap langit. Dia membiarkan matahari menyinari tubuhnya. Huh, aku saja sudah kepanasan. Apa namja itu gila, ya? padahal kan panas sekali.. bisa-bisanya dia berbaring disini. Dia memakai seragam Myongji.

Tunggu dulu.. itu.. Hyungjun? Iya. itu pasti dia! Dia kan pernah bilang bahwa dia suka matahari.

Deg.. deg..

Jantungku berdebar kencang.

Aku berjalan mendekatinya.

Mata Hyungjun terpejam. Bibirnya membentuk senyum yang manis sekali. Aigoo, jantungku makin tak terkendali melihat senyumnya.

Aku duduk di sampingnya, memandangi wajahnya yang innocent. Dia sangat menikmati sinar matahari.
Sepertinya dia nyaman sekali berjemur seperti ini.

“kenapa kau tidak masuk kelas?” tanyaku akhirnya setelah dunia serasa tanpa suara selama beberapa menit.

Hyungjun membuka matanya. Tampangnya sangat terkejut. Dia lalu langsung bangkit dan duduk.

http://noizumi.files.wordpress.com/2009/06/70a22d2917a130d898250a5c.jpg“eh..Jeah-sshi? itu.. itu.. sebenarnya tadi aku terlambat karena namdongsaengku tidak membangunkanku. Dan gerbang sekolah sudah ditutup. Kebetulan cuaca sangat cerah, jadi aku mencari tempat yang cocok untuk berbaring.”

“ckckckck..” aku berdecak sambil menggeleng. “tapi besok kau sekolah, kan?” tanyaku.

“iya. aku pasti masuk..” ucap Hyungjun sambil tersenyum. “oh, iya. kenapa kau belum pulang? Apa eomma dan appamu tidak memarahimu?”

“hehe, tenang saja. Mereka sedang pergi ke luar kota. Kau, kenapa belum pulang?”

“aku bisa pulang dan pergi sesuka hatiku. Haha. Hem, kenapa kau bisa kesini? Apa jangan-jangan… karena kucing lagi?”

“mwo? kau tahu darimana? Memang karena kucing!”ucapku kaget.

“haha. Aku hanya menebak..”

“oh iya, kenapa kau suka sekali matahari?”

“karena matahari itu tidak egois…”

Aku terdiam untuk berpikir. Maksudnya apa?

“kau mengerti apa maksudku?” tanya Hyungjun, seakan membaca pikiranku.

Aku menggeleng.

“menurutku matahari adalah benda yang paling terang. Cahayanya sempurna, menerangi bumi ini. Tapi dia tidak egois, dia masih membiarkan bulan memantulkan cahayanya, agar bulan juga bisa menjadi terang.”

“bukannya ‘bulan memantulkan cahaya matahari’ itu memang kejadian alami, ya?” tanyaku.

“hehe.. kalau itu…”

Tiba-tiba suasana menjadi gelap. Awan kelabu bergulung-gulung mendekat. Pasti akan hujan. Tes.. tes..gerimis mulai turun.

Kami berdua berdiri serentak.

“Hyungjun-sshi..! hujan! Kkaja!” ucapku.

Aku lalu berlari meninggalkannya. Saat aku sudah sampai bawah bukit, Hyungjun belum juga muncul.

“Hyungjun-sshi!” teriakku.

Namun tak ada jawaban. Hujan sudah sangat deras. Dia kemana,sih? Bukannya dia takut hujan?

Aku berlari ke tempat kami tadi.

Hyungjun ada disitu. Dia berjongkok, memegangi kedua kakinya. Dia menggigit-gigit kukunya. Terdengar suara tangisan. Dia menangis.

“eommaaaa..” teriaknya.

Dia memang menangis. Suara tangisannya sangat kencang.

Aku mendekatinya.

“Hyungjun-sshi! Sedang apa kau disini? Kkaja! Kau bisa sakit!”

“eomma…”

“Hyungjun-sshi! Ppalli!”

“eommma… eommaaa.. tolong aku..”

Hyungjun menjambak rambutnya sendiri. Kenapa dia?

“Hyungjun-sshi! Berhenti! Kau sedang apa? Ya! jangan lakukan itu! Hyungjun-sshi! Berhenti menjambak rambutmu sendiri!”

“eomma…”

Dia tidak berhenti. Dia terus seperti itu. dia seperti orang gila.

Aku berjongkok di dekatnya. Tanpa terduga dia malah memelukku.

“selamatkan aku, jebal. Aku takut. Hujan ini datang untuk membunuhku. Tolong aku..” ucapnya.

Apa maksudnya?

~~~

3.15 PM – Clinic of Myongji High School (2004)

Hyungjun membuka matanya. Sekarang kami ada di klinik sekolah. Dia tadi pingsan.

“Hyungjun-sshi, kau sudah sadar? Syukurlah..”

“ke.. kenapa aku bisa ada disini?”

“kau tadi pingsan. Jadi aku membawamu kesini..”

“gomapda sudah membawaku kesini..”

“cheonmaneyo..”

“Jeah-sshi, jangan katakan soal yang tadi pada siapa-siapa,ya?”

“eh? Iya. tapi kenapa kau bisa seperti itu?”

“hanya penyakit jiwa yang bisa ditimbulkan akibat trauma. Aku kan pernah bilang aku trauma hujan,kan?”

“oooh.. iya. aku tidak akan mengatakan itu pada siapa-siapa.”

“gomawoyo.”

~~~

4.00 PM – Jeah’s Room (2004)

Aku tak bisa berhenti memikirkan Hyungjun. Namja itu aneeeeh sekali. menurutku dia lebih aneh daripada Medusa, si yeoja berambut ular dari mitologi yunani itu. Aku hanya mengherankan betapa cintanya dia pada matahari. Padahal kan matahari itu panas, dan membuat gerah saja.

Hufff..

Jantungku masih berdegup kencang. Sebaiknya aku memeriksakan ini ke dokter. Sepertinya aku mengidap suatu penyakit yang dinamakan penyakit jatuh cinta.

~~~

Four months later..

7.00 PM – Myongji High School (2004)

Aku merasa berbeda hari ini.

Kenapa?

Apa aku berganti gaya rambut? Apa aku memakai make up? Apa aku mengenakan baju super mewah? Salah.

Jawabannya adalah..

Jjaaaaann!!!

Sepeda motor baruku!

Well, sebenarnya tidak baru,sih. Appa membelinya di dealer sepeda motor bekas. Tapi lihatlah kondisinya! Masih sangat bagus. Dan yang terpenting, warna bodynya itu SAPPHIRE BLUE. Warna favoritku!
Senangnyaaa..

Aku tidak tahu kenapa appa tiba-tiba membelikanku sepeda motor. Mungkin karena aku selalu terlambat pulang ke rumah. Aku berkata itu karena aku capek jalan kaki, jadi aku istirahat di jalan. Tapi selama setengah jam setiap hatinya? Sudah pasti appa curiga dengan alasanku.

Sebenarnya itu karena Hyungjun. Sunny, nama panggilan barunya (dariku). Setiap pulang sekolah aku selalu pergi bersamanya ke bukit rumput untuk menikmati matahari. Dan, tahu tidak? Aku jadi sangat sangat sangat suka matahari karena dia. Mungkin menular darinya.

Sudah empat bulan kami berteman. Dan aku makin menyukainya. Mungkin menyayanginya. Tapi nyaliku lebih kecil daripada biji kacang hijau, jadi aku tak memberitahunya tentang perasaanku ini. dan kami baru dekat empat bulan. Dalam waktu sesingkat itu belum bisa dibilang dekat sih sebenarnya. Jadi sebaiknya aku mencari waktu yang tepat saja nanti. Tapi nanti itu kapan?

~~~

7.20 PM – Myongji High School – grade 11 D (2004)

Hyungjun masuk ke kelas. dia tersengal-sengal. Dia lalu menatapku kaget. Dia duduk di sampingku (itu memang tempat duduknya).

“ya! Jeah! Kenapa kau sampai duluan? Aku pikir kau masih diluar, makanya aku menunggumu sampai bel masuk berbunyi dan aku hampir saja terlambat!” ucap Hyungjun.

“hehe.. mianhae Sunny-ah, hari ini aku memang datang lebih cepat. Tahu alasannya?”

“molla. Ya! jangan panggil aku dengan Sunny! Panggilan macam apa itu? seperti nama yeoja! Shirho!”

“ya.. sunny-ah.. nama itu cocok kok untukmu.. kau kan suka matahari. Dan kau juga suka tersenyum cerah seperti matahari. Jadi kau kupanggil Sunny saja ya…? yah? Yah?” ucapku.

“hah.. tidak! Pokoknya tidak!”

Sebenarnya selain itu, aku memanggilnya Sunny karena dia membuat hari-hariku cerah. Haha.

“jebaaaalll…”

“hah, terserahmu sajalah..” akhirnya Hyungjun menyerah juga. Hihi..

~~~

2.10 PM – Myongji High School (2004)

“wow!” ucap Hyungjun saat melihat sepeda motor baruku.

“hehe.. ini sebabnya aku datang lebih cepat..”

“ya! dasar curang! Kau membuatku menunggu di depan gerbang selama sepuluh menit,tahu!”

“haha, mianhae chinguku sayaaangg..”

Ups! Apa kubilang barusan? Sayang? Aaaah! Babo! Babo! B.a.b.o!

“mwo? apa kau bilang tadi?”

“apanya?”

“ah, sudahlah lupakan saja. Sekarang bawa aku jalan-jalan!” perintah Hyungjun.

“heeeeh.. enak saja. Kau pikir aku ini supirmu?”

“jebaaaal.. chinguku yang paling baiiiik… jebaaaal…” rengek Hyungjun.

Ah, aku paling tidak suka bagian ini. aku tidak pernah bisa menolak untuk menuruti kemauannya jika dia memasang tampang seperti ini. tampang memelas yang sangat sangat sangat aegyo. Aegyo!

“hah.. ya sudah.. naiklah!”

“yeeeeeee!!!”

Bruuumm..

Aku dan Hyungjun berjalan-jalan keliling Seoul. Kadang dia yang menyetir, jadi kami berganti-gantian. Kali ini dia yang menyetir. Matahari bersinar terik.

“ya! Sunny-ah.. lihatlah matahari kita yang tercinta itu.. dia menegur kita.”

“menegur? Apa maksudmu?”

“dia menegur kita untuk segera mencari minum. Kkaja.. kita cari minuman dingin!”

“dimana?”

“nah, itu ada toko es krim!” pekikku saat melihat sebuah toko es krim.

Akhirnya Hyungjun membelokkan sepeda motorku memasuki halaman parkir toko es krim itu. kami berdua turun lalu masuk. Kami duduk di sofa yang ada di pinggir jendela.

“selamat datang…” ucap seorang ahjusshi tua ramah.

“eh, ye…” ucap aku dan Hyungjun serentak.

“kalian mau es krim rasa apa?” tanya ahjusshi itu.

“hem.. kau apa, Sunny-ah?” tanyaku.

“aku mau rasa green tea.”

“mwo? green tea? Huek.. memangnya enak ya? hem, aku mau rasa vanilla.”

“baiklah, sebentar ya..” ahjusshi itu tersenyum lalu meninggalkan kami.

Beberapa saat kemudian ahjusshi itu kembali dengan membawa dua gelas es krim.

“kamsahamnida..” ucapku dan Hyungjun.

Setelah dia pergi, kami memakan es krim kami masing-masing.

“Sunny-ah.. es krim ini enak sekali!”

“iya. punyaku juga. Kau mau merasakannya?”

Aku mengangguk.

Hyungjun menyendok sedikit es krim lalu menyuapkannya padaku.

“hemmm… lumayan…” ucapku.

“kau suka es krim?” tanya Hyungjun.

Aku tertawa. Dia tidak tahu ya, aku ini ratunya es krim?

“hahaha… aku sangat sangat suka es krim. Kau?”

“aku juga. Bagaimana kalau kita lomba memakan es krim?”

“oke. Siapa takut?”

“ahjusshi.. kami ingin pesan lagi!”

~~~

3.30 PM – Ice Cream Cafe
“eeeugh.. aku menyerah… kau menang, Jeah!” ucap Hyungjun. Dia memegangi perutnya. “perutku sakit sekali dan aku mual gara-gara es krim. Aku tak menduga yeoja sepertimu bisa mengalahkan namja sepertiku ini..”

Aku hanya tertawa. Sudah kuduga aku akan menang.

Di meja kami terdapat belasan gelas es krim kosong. Kami berdua melahapnya dengan senang hati. Tapi akhirnya Hyungjun menyerah di gelas ke-7.

“ya sudah. Pulang yuk!” ajakku.

“iya. ahjusshi.. kami sudah selesai..”

Ahjusshi itu datang dan memberikan bon. Aku terkejut. Ternyata es krim yang kami makan murah sekali! padahal rasanya benar-benar enak!

Hyungjun mengeluarkan beberapa lembar uang won dari dalam dompetnya.

“ya! ya! apa maksudmu? Kenapa kau yang bayar? Kan aku juga memakan es krimnya!” ucapku tidak terima.

“iya. tapi anggap saja ini bayaran untuk hari yang menyenangkan ini. tapi ada satu syarat.”

“sudah kuduga,syarat apa? Apa kau menyuruhku menari di tengah jalan? Aku tidak mau!”

“haha, jangan berpikiran negatif dulu. Aku hanya minta kau mengantarkanku ke rumah!”

“hah? Ya sudahlah. Tapi kau yang menyetir,ya?”

“iya.. iya..”

~~~

5.30 PM – Jeah’s Room (2009)
Aku tertawa mengingat kenangan-kenanganku bersama Sunny. Rasanya aku ingin sekali mengulang kenangan-kenangan itu.

Sunny..sunny.. melihatmu menyentuhmu itu yang kumau..

Aku ingin sekali melihatmu, Sunnyku. Aku ingin kau menerangiku lagi. sejak kau pergi, matahariku juga sudah lenyap. Karena kau adalah matahariku, Hyungjun.

Kau tak sempat tanyakan aku, cintakah aku padamu?

Kenapa kau pergi sebelum kau tahu perasaanku? Kenapa? kenapa kau tidak bertanya padaku tentang perasaanku padamu? Aku juga tak pernah tahu perasaanmu. Yang bisa kulakukan sekarang hanyalah satu: mengenangmu.

To be continued


0 Responses to “FanFic: My Sunny (Chapter 2)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


May 2010
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

SS501

Kim Hyun Joong, Heo Young Saeng, Kim Kyu Jong, Park Jung Min, Kim Hyung Jun

Disinilah tempatnya Triple S, Mighty Max, & ELF, Kiss Me berkumpul. Aku harap kalian bisa enjoy dan aku juga mohon kesediaan kalian untuk tidak pelit dalam bercomment dan ngevote postingan yg menurut kalian bagus. Thanks

Pasang Banner Affiliate ini Juga yah diblogmu

Buat yang berminat jadi Author di blog ini silahkan mendaftarkan diri [DISINI]

Kalo mau curhat , comment hal2 yg gak penting, request, bashing-bashingan [Disini]

Jangan Lupa Buat Follow Aku Di Twitter

Add Me On Facebook

T-Max

Kim Joon, Shin Min Chul, Park Yun Hwa, Park HanBi, Joo Chanyang

U-Kiss

Alexander, SooHyun, KiBum, KiSeop, Eli, Kevin, DongHo

Top Rate

Categories

Visitor

  • 526,290 Visitor, Thanks For Coming

Tweeted

  • أعوذ بك من شر ما صنعت ، أبوء لك بنعمتك علي وأبوء بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت #أذكار_الصباح_والمساء #hadith 8 hours ago
  • اقتربت الساعة وانشق القمر ﴿١﴾ وإن يروا آية يعرضوا ويقولوا سحر مستمر ﴿٢﴾وكذبوا واتبعوا أهواءهم وكل أمر مستقر ﴿٣﴾--سورة القمر#Quran 9 hours ago
  • يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث ، أصلح لي شأني كله ، ولا تكلني إلى نفسي طرفة عين #أذكار_الصباح_والمساء #hadith 11 hours ago
  • قل لو كان البحر مدادا لكلمات ربي لنفد البحر قبل أن تنفد كلمات ربي ولو جئنا بمثله مددا ﴿109﴾ -- سورة الكهف #Quran 15 hours ago
  • عن أبي هريرة قال أوصاني خليلي صلى الله عليه وسلم بثلاث صيام ثلاثة أيام من كل شهر وركعتي الضحى وأن أوتر قبل أن أنام - صحيح البخاري ﷺ 17 hours ago

Max Triple Kiss Worlds


%d bloggers like this: