15
Apr
10

FanFic: Baby

Credit: FFindo

Author: Panda Veen

Title : Baby

Cast(s): Hyung Joon

Other(s): Hyun Joong, Park Eun Bi

*****************

Aku selalu hidup dalam bayangannya. Semenjak aku dilahirkan di dunia ini, hingga usiaku yang ke delapan belas ini, aku tak pernah lepas dari bayangannya. Kami dekat, sangat dekat malahan, kami mempunyai banyak kesamaan, kami saudara kandung yang berasal dari rahim yang sama, akan tetapi dia yang selalu menonjol. Dialah yang terus mendapat pujian, entah karena kejeniusannya, prestasinnya, maupun posturnya. Dan aku? Aku hanyalah seorang adik yang sama sekali tak berguna untuknya.

Aku tak pernah menyukai menjadi adik dari seorang yang sempurna seperti kakak, walaupun aku mengakui kalau dia adalah kakak yang baik, namun hal ini membuatku tertekan. Hampir setiap hari orang tuaku, keluarga besarku, guru-guru di sekolah, bahkan teman-temanku memuji-muji kakakku. Mereka tak pernah memujiku, bahkan melirikku.

Aku terkadang tak yakin, apakah ini salah kakakku yang terlalu sempurna, ataukah salahku mejadi adik seorang yang sempurna? Entahlah, tetapi aku selalu membuang jauh-jauh kemungkinan pertama. Karena, kakakku pria yang baik meskipun dia terus menerus membuatku tertekan karena kegemilangannya.

Terkadang, aku merasa bangga akan apa yang dia capai, namun kebanggaan itu berubah menjadi rasa iri seiring waktu berjalan. Aku iri saat dia diterima di fakultas Kedokteran yang sangat bergengsi di Korea, aku iri saat dia menjadi yang terbaik dalam kelulusan SMA, aku iri pada nasib baiknya. Dia adalah pria yang sangat beruntung, sangat beruntung untuk bertemu dengan seorang gadis yang akan di jodohkannya. Seorang gadis yang merupakan cinta pertamaku saat SMP.

Aku masih ingat, hari dimana ibu memberitahu tentang rencana perjodohan kakak dengan Park Eun Bi. Saat itu adalah hari ke sebelas musim dingin, dan ibu dengan semangat musim semi memberi tahu kami rencana perjodohan itu saat makan malam berlangsung. Aku terkejut, begitupun kakak, sepertinnya dia juga baru mendengar tentang rencana itu dan tidak menyukainnya. Akan tetapi dia tidak menolak, melainkan hanya diam dan merunduk malu. Dan aku benci melihatnya seperti itu, aku muak melihatnya terus menuruti apa kata ayah dan ibu.

“Kenapa kau tidak menolak perjodohan itu!” bentakku padannya saat kami hanya berdua saja di dalam kamar.

Dia menatapku dengan matannya yang selalu memancarkan cahaya yang hangat, “Aku pikir tidak ada salahnya aku mengikuti perjodohan ini, toh aku juga masih single.” Jawabnya singkat, lalu berbaring di tempat tidurnya yang terletak tepat di seberang tempat tidurku.

Malam itu tidurku tidak nyenyak. Aku banyak berpikir, tentang semua tekanan ini, tentang perjodohan yang memuakkan ini, dan tentang cinta pertamaku. Aku tak bisa memberikan semuannya kepada kakak, cukup perhatian keluarga dan orang lain yang ku berikan, akan tetapi tidak untuk cintaku. Aku akan mempertahankan cintaku, bagaimanapun carannya.

Dan mulai saat itu aku mulai mendekati Eun Bi. Dan lama kelamaan kamipun mulai dekat, kami bahkan mengikuti ekstrakulikuler yang sama; teater. Dan selama aku bersamannya, aku semakin tak ingin untuk melepaskannya, walaupun dia telah menyetujui perjodohannya dengan kakak. Dan selama aku bersamannya, aku juga mulai merasakan jika dia juga menyukai kakakku. Sering aku lihat, dia mencuri pandang ke arah kakakku saat dia berkunjung ke rumah, tersipu malu saat kakak tersenyum kepadannya, dan terlihat peduli pada kakakku. Dan aku merasa, usahaku untuk mendapatkannya mulai tak berguna, apalagi untuk membuatnya membenci kakak dengan segala kekurangannya yang berhasil ku temukan selama ini. Aku pikir, dia benar-benar telah jatuh hati pada kakak.

***

“Eun Bi?” tanyaku saat kulihat Eun Bi berdiri di balik pintu.

Dia tersenyum manis kepadaku, “Aku ada janji dengan kak Hyun Joong.” Jawabnya dengan wajah yang sumringah.

Aku mempersilahkannya masuk dengan sedikit jengkel. Ya, dari dandanannya aku bisa menebak mereka akan pergi berkencan, Eun Bi terlihat sangat cantik pagi ini. dress putih yang dia kenakan, jepit rambut yang terpasang di rambut panjangnya, semuannya terlihat sempurna di mataku. Dan kesempurnaan itu rusak, karena bukan aku yang menjadi pasangan kencannya.

Kami baru saja duduk di ruang tamu ketika kakak datang dengan penampilannya yang selalu saja menawan. Dia terlihat lebih muda dengan pakaian non formalnya, dan tentu saja tampan. Eun Bi, bahkan aku juga terkesima melihatnya. Meskipun aku telah menghabiskan delapan belas tahun hidupku bersamannya, aku tak pernah bisa menyesuaikan diri dengan karismannya yang begitu menawan.

“Kak, kita berangkat sekarang?” Tanya Eun Bi, dia benar-benar terlihat sangat gembira hari ini.

Kakak duduk di single sofa sambil menatapku dan Eun Bi secara bergantian. “Tak usah terburu-buru,” Jawabnya sambil menyunggingkan senyuman manis, “Duduklah dulu, kau bisa mengobrol dengan Baby terlebih dahulu.”

“Jadi hari ini kalian akan pergi berkencan untuk pertama kalinnya?” tanyaku mencoba untuk berbasa-basi. Bagiku, mereka adalah pasangan yang cukup aneh. Sudah lebih dari tiga bulan mereka di jodohkan, tetapi mereka belum sekalipun pergi berduaan. Mereka sangat jarang pergi bersama, sekalipun pergi pasti ada aku di tengah-tengah mereka –dan aku menyukainnya.

“Aku tidak yakin kita akan pergi berkencan,” jawab kakak sambil menatap Eun Bi dengan senang, “Yang pasti kali ini kau tak boleh ikut.” Tambahnya sambil menyentil dahiku.

Eun Bi tertawa pelan saat aku mengusap dahiku. Aku benci diperlakukan seperti ini, dia selalu menganggapku seperti seorang anak kecil. “Kalau begitu cepat pergi!” kataku dengan jengkel.

Kak Hyun Joong bangkit, dan menjulurkan tangannya pada Eun Bi. “Sepertinnya, Baby mengusir kita.” Dengan senyum mengembang, Eun Bi menerima tangan kak Hyun Joong. Dan mereka berjalan keluar sambil bergandengan tangan dengan erat dan tersenyum bahagia. Sementara aku hanya bisa memandangi mereka dengan iri dan jengkel.

Mulai hari itu, mereka berdua menjadi dekat. Eun Bi mulai melupakan aku, dia lebih sering bersama dengan kak Hyun Joong. Kami mulai jarang mengobrol, sekalipun mengobrol yang kita bicarakan hanyalah kak Hyun Joong. Dia bahkan mulai jarang berangkat latihan di klub Teater, dia sering beralasan sedang sibuk belajar karena dia ingin masuk ke fakultas kedokteran, sama seperti kak Hyun Joong.

Aku mulai frustasi dengan sikap Eun Bi akhir-akhir ini. tiap malam, kepalaku selalu dipenuhi olehnya, aku tak pernah bisa konsentrasi belajar mulai saat itu. Dan hal itu mulai berpengaruh pada nilai-nilai sekolahku. Banyak guru yang mengeluh nilaiku turun drastis, padahal beberapa bulan lagi ujian kelulusan akan di adakan dan mereka takut aku tidak bisa lulus jika nilaiku terus turun seperti ini.

Dan akhirnya, kabar ini sampai di telinga kedua orang tuaku. Mereka tentu saja marah besar, sampai-sampai aku harus disidang di ruang makan selama lebih dari dua jam.

“Apakah ini karena klub tatermu?” Tanya ayah dengan tatapan marahnya kepadaku. Aku tidak menjawab, melainkan hanya merunduk dalam karena takut, “Ayah pikir kau bisa membagi waktu antara belajar dengan teater, sama seperti kakakmu. Tapi ternyata ayah salah, lebih baik kau keluar dari klub teater.”

Aku mengangkat wajahku dengan marah, “Aku tidak mau keluar dari klub teater!” jawabku sedikit membentak.

“Kau harus keluar dari sana!” perintah ayah keras kepala.

“Baby, turuti saja perintah ayahmu.” Bujuk ibu dengan sedikit takut, “Kenapa kau tidak bisa menjadi seperti kakakmu yang selalu menurut.”

Aku menoleh pada kakak yang dari tadi hanya duduk diam di sebelah ibu. “Karena aku bukan kakak!” bentakku pada ibu dengan jengkel.

“Baby, sopanlah sedikit pada ibu!” bentak kakak dengan marah.

Aku berdiri, dan dia pun juga demikian, “Siapa yang kau sebut Baby? Namaku Kim Hyung Joon! Ingat hal itu.” Aku kembali membentak.

“Baby, duduk dan minta maaflah pada ibu dan kakakmu,” bentak Ayah yang langsung membuatku dan kak Hyun Joong kembali duduk, “Kau harus keluar dari klub teater, keputusan ini sudah bulat.”

“Bagaimana jika aku tidak mau?” Tanyaku keras kepala.

“Kau harus, karena kau anggota keluarga ini kau harus mengikuti segala keputusan yang ada!”

“Aku tidak mau!” bantahku keras kepala. Aku bangkit dan memandang keluargaku satu persatu, “Aku muak dengan keluarga ini, aku akan pergi!” aku berjalan keluar dengan kesal. Bisa kudengar suara ayah yang berteriak memanggilku, namun aku tak mempedulikannya.

Aku berjalan naik ke kamar. Membereskan semua barang-barangku, saat kak Hyun Joong masuk. Aku menoleh kepadannya, dan melihat wajahnya penuh dengan kesedihan. Aku kembali memasukkan barang-barangku ke dalam tas, mengacuhkannya. “Baby, kumohon jangan pergi.” Katannya pelan.

“Aku bukan “Bayi” Hyun Joong!” bentakku, sambil mengarahkan jari telunjukku kepadannya. Dia terlihat terkejut mendengar jawabanku, tetapi ekpresinnya segera berubah tenang, “Keputusanku sudah bulat!”

“Tetaplah tinggal di rumah, Hyung Joon.” Pintannya dengan memelas, “Jika kau tidak suka jika aku bersama Eun Bi, aku akan membatalkan perjodohan ini. jika kau tidak suka aku tinggal disini, aku akan pergi. Jika kau tidak suka melihatku selalu menjadi anak emas, aku akan melepaskan status anak emasku. Jika kau tetap ingin berakting, akan kubujuk ayah untuk mengijinkanmu. Tapi kumohon, tetaplah tinggal.”

Aku menyeringai kepada kakakku, tak kusangka dia benar-benar mengerti perasaanku selama ini. “Maaf kak, keputusanku sudah bulat.” tolakku sambil berjalan pergi meninggalkannya yang masih berdiri mematung di dalam kamar.

***

Aku tengah berlatih acting di gedung teater saat Eun Bi datang dan menamparku. Aku terkejut karena dia tiba-tiba datang dan menamparku. Aku ingin marah, namun aku tidak bisa melakukannya karena dia Eun Bi.

“Dasar banci tak tahu diri!” umpat Eun Bi sambil menatapku dengan marah.

Aku mendorongnya dengan pelan. Dia benar-benar keterlaluan, “Jaga mulut manismu nona Park. Apa salahku padamu?”

“Kau tidak punya masalah denganku.” jawabnya pelan, dan aku menyunggingkan senyum kemenangan saat itu. “Tapi kau membuat banyak masalah pada Keluarga Kim!” lanjut Eun Bi sambil berteriak marah. “Kau menghancurkan keluarga Kim, keluargamu sendiri.”

“Hei, selesaikan masalah kalian di tempat lain. Jangan disini!” teriak salah satu temanku, mengusir kami berdua.

Eun Bi menatap temanku dengan marah dan mengarahkan jari telunjuk kepadannya, “Diam Kau! Jika kau merasa terganggu, kau bisa pergi dari sini.” Bentak Eun Bi. Aku terkejut mendengarnya, dia tak pernah seperti ini sebelumnya.

Mendengar bentakan Eun Bi, satu persatu teman-temanku mulai meninggalkan panggung sambil menatap kami –Eun Bi dan aku –dengan jengkel. “well, aku pikir keluarga Kim terlihat baik-baik saja.” jawabku jujur.

“Hampir setiap malam, Kak Hyun Joong beradu mulut dengan tuan Kim. Hampir setiap hari keluarga itu tak pernah bertegur sapa, dan seminggu yang lalu tuan Kim mengusir kak Hyun Joong dari rumah. Apa kau masih berpikir jika keluarga itu baik-baik saja?” aku terdiam mendengarnya. Tak bisa kupungkiri, aku sedih melihat keluargaku yang dulunnya harmonis menjadi sedingin ini. “Aku tak akan bisa memaafkanmu, Hyung Joon. Karenamulah, keluarga Kim berantakan, karenamulah hidup kak Hyun Joong berantakan, bahkan karenamulah kakak memutuskan untuk melanjutkan studinnya ke Amerika.”

Aku menatap Eun Bi dengan terkejut. Kakak tak pernah mau melanjutkan studinnya di luar negeri meskipun dia mendapat banyak tawaran beasiswa. Dia tak pernah mau meninggalkan keluargannya. “Dia pergi? Kenapa?”

Eun Bi menatapku dengan pandangan mencela, “Apalagi alasannya jika bukan kamu. Bukankah kau yang ingin dia pergi?” Eun Bi menangis. Dia telah mencoba untuk tegar selama bicara denganku, dan sekarang ketegarannya mulai runtuh, “Asal kau tahu, kak Hyun Joong tahu jika kau sama sekali tidak menyukainnya. Dia tahu jika kau tertekan karenannya, dia bahkan tahu betapa kau tak ingin dia hidup di dunia ini.” Eun Bi terisak, dia menatapku dengan benci, “Dia berusaha untuk menjadi kakak yang baik di hadapanmu, tapi apa balasanmu kepadannya?”

Aku terjatuh, tubuhku terasa lemas. Aku gemetaran saat memikirkan perasaan kakak saat aku membentaknya, Jadi dia tahu semuannya? Batinku dengan penuh sesal. “Apakah sekarang dia ada di Amerika?”

“Tidak, dia baru berangkat besok pagi,” Eun Bi terdiam, dia terlihat menyesal. “Mengapa aku memberitahumu? Kau pasti tidak peduli tentangnya.” Celannya sambil berjalan pergi meninggalkanku.

***

Aku berjalan tak tahu arah di dalam bandara. Aku ragu, apakah aku akan menemui kakakku atau tidak. Aku ingin bertemu dengannya untuk yang terakhir kali, tetapi  di sisi lain aku begitu malu untuk menunjukkan wajahku di hadapannya.

Aku melihatnya, dan berjalan ke arahnya. Dia duduk di salah satu kursi ditemani oleh Eun Bi. Aku tak melihat ayah maupun ibu disini, sepertinnya hubungan mereka benar-benar memburuk. Aku berhenti, menjaga jarak sejauh lima meter darinnya. Aku masih ragu untuk menemuinnya. Hingga, saat aku akan berbalik meninggalkannya,  dia juga berbalik. Kami saling pandang selama beberapa saat. Kakak terlihat lebih pucat dan menyedihkan, walaupun senyumannya yang menawan masih belum hilang dari wajahnya. Dia bangun dari duduknya, dan memandangku dengan mata yang berkaca-kaca. Ekspresinnya seolah tak percaya jika aku sekarang berdiri di hadapannya.

“Bab –Hyung Joon,” panggilnya dengan kikuk. mataku terasa pedas saat dia membetulkan namaku, aku rindu di panggil Baby olehnya.  “Kebetulan sekali kita bertemu, mengapa kau ada disini?”

Aku melangkah ke arahnya dengan pelan, “Aku ingin bertemu denganmu, kak.” Jawabku, sambil memeluk tubuhnya, dan aku pun mulai menangis. Suatu hal yang sangat memalukan, tetapi aku benar-benar tak bisa menahan tangisanku. “Aku tidak ingin kau pergi, tinggalah disini. Aku janji akan menjadi adik yang baik.”

“Maaf Hyung Joon, keberangkatan ini sudah tak bisa di batalkan,” jawabnya penuh rasa sesal. Dia melepaskan pelukanku, dan menatapku dengan tajam. “Kembalilah ke rumah, dan pergilah ke sekolah mulai besok. Kau harus mengikuti ujian kelulusan, kau harus lulus Hyung Joon. Jangan rusak hidupmu sendiri.”

Aku tersenyum, dan menghapus air mataku. “Kau menyuruhku untuk tidak merusak hidupku, sementara kau sendiri merusak kehidupanmu. Munafik sekali.” Celaku.

Senyumannya yang menawan mulai menghilang dari wajahnya. Sekarang dia menatapku dengan malu, “Kau benar, maafkan aku.” Jawabnya dengan kecewa, “Tapi sekarang aku sedang membangun kembali kehidupanku. Aku akan pergi, dan meraih mimpiku.” Jawabannya begitu sempurna, hingga aku tak tahu harus menjawab apa. “Jadi, maukah kau pulang ke rumah dan kembali ke sekolah untuk membangun kembali hidupmu?”

Aku terdiam, apakah aku harus menuruti perkataannya? Batinku dalam hati. Aku menatapnya, dan kulihat dia begitu berharap aku akan berubah. “Aku akan kembali ke sekolah,” jawabku dengan ragu, “Tapi aku tak mau pulang ke rumah. Aku akan pulang, jika kau pulang.”

Kak Hyun Joong menggeleng, “Kau tak boleh menungguku pulang. Aku akan kembali enam tahun lagi,” jawabnya yang membuatku sangat terkejut. Aku tak menyangka dia akan pergi begitu lama. “kembalilah ke rumah, dan jagalah ayah dan ibu. Gantikan aku selama aku pergi, kau satu-satunnya anak laki-laki di keluarga Kim. Dan aku yakin kau bisa melakukannya.”

Aku menggeleng, “Aku tak bisa. Maaf kak, aku tak punya nyali untuk bertemu mereka. Ayah dan ibu pasti tidak akan memaafkanku.”

“Tidak, itu tidak benar. Ayah dan ibu sayang menyayangimu, mereka merindukanmu Hyung Joon. Bahkan tiap malam ibu menangis karenamu.” Aku menatap kakak dengan tak percaya, “Kau bisa memegang kata-kataku, ayah dan ibu pasti memaafkanmu saat kau pulang nanti.”

Aku tersenyum kepadannya, tepat saat terdengar pengumuman keberangkatan pesawat ke Amerika dari pengeras suara. “Sepertinnya itu pengumuman untukku,” kata kak Hyun Joong. Dia menatapku dan memegang rambutku dengan gemas, “Saat aku pulang nanti, kuharap kau menjadi actor yang terkenal.”

Aku tersenyum lebar, dan mengangguk mantap. Kami berpelukan sekali lagi, kali ini sedikit lebih lama. Lalu, dia memeluk Eun Bi dan berbisik pelan kepadannya. Aku tak tahu apa yang dia katakana pada Eun Bi, dan tak mau tahu. Setelah dia memeluk Eun Bi, dia segera berjalan meninggalkan kami.

“Kau tak boleh kembali sebelum menjadi dokter yang hebat,” teriakku yang langsung dia balas dengan menunjukkan jempol kanannya. “Jangan sampai terpikat dengan gadis Amerika.” Tambahku yang membuatnya menghentikan langkahnya, dan berbalik menatapku.

Dia tersenyum lebar, “Kenapa aku tak boleh menyukai mereka? Toh aku juga masih single.” Jawabnya, lalu kembali berjalan pergi. Aku melirik Eun Bi, dan tak kusangka dia malah tersenyum saat mendengarnya.

Dia menoleh ke arahku, dan senyumannya menghilang. Dia menatapku dengan dingin, lalu berjalan pergi meninggalkanku tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku menatap kepergiannya dengan sedih. Akan butuh waktu yang lama bagiku untuk berdamai dengan Eun Bi.

END


4 Responses to “FanFic: Baby”


  1. 4 May 2010 at 4:49 am

    BABY I LOVE YOU I`M WAITING FOR YOU

  2. 2 aichan anami assyifa
    4 November 2010 at 5:09 am

    xcellent………
    speechless…

  3. 3 kimyoungjae triple's saeng
    25 December 2010 at 4:18 am

    wah,,
    leader m’mang s’org lki” yk smprna..
    Bhkn dy mw m’nglh dmi ade x hyungjoon,

  4. 9 March 2012 at 10:43 am

    watta great ff!
    speechless.. O.o


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

SS501

Kim Hyun Joong, Heo Young Saeng, Kim Kyu Jong, Park Jung Min, Kim Hyung Jun

Disinilah tempatnya Triple S, Mighty Max, & ELF, Kiss Me berkumpul. Aku harap kalian bisa enjoy dan aku juga mohon kesediaan kalian untuk tidak pelit dalam bercomment dan ngevote postingan yg menurut kalian bagus. Thanks

Pasang Banner Affiliate ini Juga yah diblogmu

Buat yang berminat jadi Author di blog ini silahkan mendaftarkan diri [DISINI]

Kalo mau curhat , comment hal2 yg gak penting, request, bashing-bashingan [Disini]

Jangan Lupa Buat Follow Aku Di Twitter

Add Me On Facebook

T-Max

Kim Joon, Shin Min Chul, Park Yun Hwa, Park HanBi, Joo Chanyang

U-Kiss

Alexander, SooHyun, KiBum, KiSeop, Eli, Kevin, DongHo

Top Rate

Categories

Visitor

  • 525,855 Visitor, Thanks For Coming

Tweeted

  • وقالوا أإذا ضللنا في الأرض أإنا لفي خلق جديد بل هم بلقاء ربهم كافرون ﴿١٠﴾--سورة السجدة #Quran 59 minutes ago
  • قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إنه لا يأتي عليكم زمان إلا الذي بعده شر منه حتى تلقوا ربكم -- صحيح البخاري #Hadith #ﷺ #ﷺ 16 hours ago
  • قال رسول الله : سبعة يظلهم الله : رجل ذكر الله ، ففاضت عيناه - صحيح البخاري ﷺ #ﷺ 17 hours ago
  • أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق . (ثلاثا إذا أمسى) #أذكار_الصباح_والمساء #Hadith 18 hours ago
  • قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: «ما زال جبريل يوصيني بالجار، حتى ظننت أنه سيوَّرثه» #نشر_سيرته #ﷺ 22 hours ago

Max Triple Kiss Worlds


%d bloggers like this: