08
Apr
10

Fanfic : Sorry, I Love Him (part 4)

“Hyun oppa, hari ini kau mau makan apa? Biar kumasakkan untukmu,” tanya Yanji. “Oppa? Kenapa kau tak menjawabnya? Ya! Apa kau mendengarku?” tanya Yanji lagi. Tapi Hyun Joong tetap diam. Karena penasaran Yanji mendekatinya. Yanji tersenyum. Kini ia tahu kenapa Hyun Joong tak menjawab pertanyaannya. Hyun Joong tertidur.

Sebuah ide kreatif muncul di otak Yanji. Ia berniat untuk memasakkan Hyun Joong makanan. Bahan-bahan yang terdapat dirumah itu ia sulap menjadi makanan yang enak. Mudah-mudahan Hyun oppa menyukai masakanku. Pikir Yanji.

Sampai masakannya selesai dibuat Yanji, Hyun Joong belum terbangun dari tidurnya. Bosan menunggu Hyun Joong bangun, Yanji memutuskan untuk melihat-lihat keadaan sekeliling rumah Hyun Joong.

Yanji POV

Arsitektur rumah ini bagus. Tapi sayang sekali, tak terawat. Ah ada album foto. Mungkin saja ada foto-foto Hyun oppa waktu kecil. Atau mungkin Jaejoong oppa. Pasti lucu. Mwo foto siapa ini? Cantik sekali. Ini pasti perempuan yang bernama Yuri. Mereka sepertinya sangat dekat. Pantas saja Hyun oppa merasa terpukul. Aku bisa mengerti perasaannya, karena aku juga merasakan hal yang sama. Hyung Joon oppa, aku merindukanmu. Kenapa kau pergi dariku?


Yanji end POV

“Annyeong haseyo,” terdengar suara laki-laki dari depan rumah Hyun Joong. Yanji lalu menutup album foto itu. Namun ia tak mengembalikannya ketempat semula. Ia meletakkannya diatas meja.

“Jaejoong oppa? Kau sudah pulang?” kata Yanji. “Ne, dimana Hyun Joong? Apa ia ada di rumah,” tanya Jaejoong sambil berjalan masuk. “Hyun oppa ada di rumah. Dia sedang tidur,” kata Yanji setengah berbisik karena mereka telah berada di dekat Hyun Joong. “Aku heran, akhir-akhir ini, semenjak kau disini ia jarang keluar rumah,” kata Jaaejoong sambil mengamati adikknya yang sedang tidur.

“Oppa, kalau mau makan malam aku sudah memasakannya,” kata Yanji. “Malam ini temanku akan datang. Bisakah kita menunggunya dulu?” kata Jaejoong. Yanji lalu mengangguk.

“Hyung? Kau sudah pulang?” tanya Hyun Joong yang terbangun saat Jaejoong duduk disampingnya. “Ne. Sekarang kau sudah kembali,” kata Jaejoong. “Maksud hyung?” tanya Hyun Joong tak mengerti. “Ya, Hyun Joong-ku sudah kembali seperti dulu. Hobinya tidur,” kata Jaejoong sambil tersenyum.

“Apa kau kini sudah bisa melupakan Yuri?” tanya Jaejoong. Raut muka Hyun Joong langsung berubah. “Aku tak kan pernah melupakan Yuri,” kata Hyun Joong dengan ekspresi dingin sambil berlalu masuk.

“Hyun oppa kenapa lagi?” tanya Yanji yang baru datang sambil memberikan secangkir green tea pada Jaejoong. “Tadi aku menyinggung Yuri,” kata Jaejoong. “Aku yakin, Hyun  oppa pasti sangat dekat dengan Yuri. Nasib Hyun oppa sama denganku. Ditinggalkan oleh orang-orang yang kami cintai,” kata Yanji sambil menitikkan air mata.

“Yanji, aku selalu berkata pada Hyun Joong jika ditinggal oleh seseorang yang kita cintai bukan berarti hidup kita juga berakhir begitu saja. Aku yakin dibalik semua ini, Tuhan pasti punya rencana lain. Rencana yang baik untukmu,” kata Jaejoong menasihati Yanji.

“Annyeong haseyo,” terdengar suara dari luar rumah. Jaejoong segera bangkit dari duduknya. “Yanji, sepertinya temanku datang. Kau bisa membuatkan minum untuknya?” kata Jaejoog. Yanji segera masuk ke dapur untuk membuat minuman.

Saat Yanji berjalan menuju dapur, Yanji melihat Hyun Joong terduduk dilantai. Ia memandangi album foto yang dilihat oleh Yanji. Matanya penuh dengan air mata. Yanji merasa bersalah karena tak mengembalikan album foto itu ke dalam laci. Aigoo, Yanji pabo! Kenapa tak kau masukkan album foto itu kedalam laci lagi. Pikir Yanji.

“Opa?” kata Yanji. Ia sangat hati-hati dalam berbicara. Saat menyadari jika Yanji ada didekatnya, Hyun Joong dengan segera menghapus air matanya. Sejenak ia menatap kearah Yanji. Dan pergi tanpa sepatah katapun.

Saat sudah selesai membuat minuman, Yanji lalu membawa minuman itu keluar. “Oppa minumannya sudah siap,” kata Yanji sambil meletakkan minumannya diatas meja. Saat Yanji melihat tamu yang datang ia kaget. “Jung Min oppa?” kata Yanji. “Yanji,” balas Jung Min.

Mereka berdua langsung berpelukan. Seperti orang yang sedang melepas rasa rindu. Yanji lalu menangis sejadi-jadinya. Ia memeluk erat Jungmin. Jaejoong dan Hyun Joong yang berada disana hanya bisa melihat mereka berdua dengan heran.

“Yanji, kemana saja kau selama ini? Kau tahu? Eomma dan appa sangat khawatir,” kata Jungmin. “Mian oppa,” kata Yanji. “Yanji, kau ikut pulang bersamaku, ya?” ajak Jungmin. Yanji kemudian menggelengkan kepalanya. “Oppa, banyak sekali kenanganku dengan Hyung Joon oppa dirumah. Aku tak sanggup oppa. Dirumah hanya akan membuatku sedih,” kata Yanji masih sambil menangis. “Yanji, kau harus menghadapi ini semua. Apapun usahamu untuk menghindarinya, kau tak akan bisa. Pulanglah, sedikit demi sedikit biasakan dirimu tanpa Hyung Joon,” kata Jungmin lagi. Dan akhirnya Yanji mengangguk.

“Jadi Yanji itu adikmu?” tanya Jaejoong pada Jungmin. “Ne. Aku tak tahu dimana pikiran dia, sampai dia memutuskan untuk bunuh diri. Untung ada adikmu, Hyun gumawo,” kata Jungmin sambil melirik ke arah Yanji.

Yanji akhirnya pulang bersama Jungmin. Namun hari-hari setelah itu Yanji jadi semakin sering datang ke rumah Hyun Joong. Ia sering bersama Hyun Joong walaupun kadang Hyun Joong hanya diam atau tidur saat diajaknya berbicara. Sedikit demi sedikit Yanji mulai terbiasa hidup tanpa Hyung Joon.

“Ya! Kalian berdua mau menemaniku jalan-jalan? Sudah lama sekali aku tak jalan-jalan. Karena sekarang aku ada waktu kosong, aku ingin jalan-jalan. Kalian mau, kan?” ajak Jaejoong. Namun, Hyun Joong hanya diam. Tak ada reaksi sedikit pun. “Memangnya oppa mau jalan-jalan kemana?” tanya Yanji. “Kita lihat saja nanti. Kau mau, kan?” tanya Jaejoong. “Baiklah,” jawab Yanji. “Tapi, kalau adikku sendiri saja tidak mau. Untuk apa aku jalan-jalan,” kata Jaejoong sambil memasang wajah sedih. “Kajha!” kata Hyun Joong tiba-tiba.

Mereka bertiga lalu pergi menuju tempat yang ingin dikunjungi Jaejoong. Ditengah perjalanan mereka mengobrol. Mengobrol tanpa Hyun Joong, karena ia hanya memilih diam. “Aku tak menyangka kau ini adikknya Jungmin,” kata Jaejoong. “Memangnya kenapa oppa?” tanya Yanji. “Jungmin itu bukan orang yang bisa diajak serius. Sekalipun serius ia akan jadi serius sekali,” kata Jaejoong sambil memfokuskan pandangannya kedepan. “Berbeda sekali denganmu yang bisa serius tetapi tetap santai,” tambahnya lagi. Namun Yanji diam. Ia tak menjawab perkataan Jaejoong. Padahal sedari tadi mereka selalu asyik mengobrol.

“Hyung aku ingin turun,” kata Hyun Joong tiba-tiba. Namun Jaejoong pura-pura tak mendengarnya. “Hyung, berhenti,” kata Hyun Joong lagi. Dan seperti tadi, Jaejoong pura-pura tak mendengarnya. Ia tetap fokus menyetir.

“Hyung, aku ingin turun,” bentak Hyun Joong. Jaejoong lalu menatap adiknya. Kemudian ia kembali memfokuskan pandangannya ke jalan. “Hyung berhenti,” bentak Hyun Joong lagi. Kali ini Jaejoong angkat bicara. “Andwe! Aku tak akan berhenti,” kata Jaejoong dengan nada membentak juga. “Hyung berhenti! Atau aku keluar sekarang?” bentak Hyun Joong. Jaejoong segera menghentikan mobilnya saat ia melihat Hyun Joong berusaha untuk keluar dari mobil.

Hyun Joong segera berlari menuju arah yang berlawanan dengan arah mobil Jaejoong. “Hyun!” teriak Jaejoong. Namun sepertinya Hyun Joong sudah tak mendengarnya lagi. Jaejoong lalu menatap ke arah Yanji. Wajah Yanji pucat pasi. “Yanji? Gwaenchana?” tanya Jaejoong. Tapi Yanji tak menjawabnya. Air mata Yanji mulai membasahi pipinya. Jaejoong hanya bisa diam melihat Yanji.

To be continued…

Don’t repost without permission!

다시 허가없이는하지 마요


5 Responses to “Fanfic : Sorry, I Love Him (part 4)”


  1. 1 pea
    8 April 2010 at 3:00 pm

    wah part 4 dah muncul….. wah penasaran…. knapa HJ minta turun dari mobil???

  2. 4 Rhara
    23 June 2010 at 5:21 pm

    part 5 nya mana nih??

  3. 14 July 2010 at 2:05 pm

    mian ,,
    jdi ikut komen,,

    bgus2 koq,,
    krna uci bru bce,

    ucy mo numpang nanya chigu,,
    part 1,2,3 nya d mna ya chigu,,

    gomawo,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

SS501

Kim Hyun Joong, Heo Young Saeng, Kim Kyu Jong, Park Jung Min, Kim Hyung Jun

Disinilah tempatnya Triple S, Mighty Max, & ELF, Kiss Me berkumpul. Aku harap kalian bisa enjoy dan aku juga mohon kesediaan kalian untuk tidak pelit dalam bercomment dan ngevote postingan yg menurut kalian bagus. Thanks

Pasang Banner Affiliate ini Juga yah diblogmu

Buat yang berminat jadi Author di blog ini silahkan mendaftarkan diri [DISINI]

Kalo mau curhat , comment hal2 yg gak penting, request, bashing-bashingan [Disini]

Jangan Lupa Buat Follow Aku Di Twitter

Add Me On Facebook

T-Max

Kim Joon, Shin Min Chul, Park Yun Hwa, Park HanBi, Joo Chanyang

U-Kiss

Alexander, SooHyun, KiBum, KiSeop, Eli, Kevin, DongHo

Top Rate

Categories

Visitor

  • 526,323 Visitor, Thanks For Coming

Tweeted

  • قال النبي صلى الله عليه وسلم : لغدوة في سبيل الله أو روحة خير من الدنيا وما فيها #Hadith #ﷺ 3 hours ago
  • فآمنوا بالله ورسوله والنور الّذي أنزلنا والله بما تعملون خبير ﴿٨﴾ -- سورة التغابن #Quran 5 hours ago
  • على أنقاب المدينة ملائكة لا يدخلها الطاعون ولا الدجال -- صحيح مسلم #@Hadith معنى أنقاب : طرق #ﷺ 9 hours ago
  • قل إني أخاف إن عصيت ربي عذاب يوم عظيم ﴿١٥﴾ من يصرف عنه يومئذ فقد رحمه وذلك الفوز المبين ﴿١٦﴾ -- سورة الانعام #Quran 11 hours ago
  • أعوذ بك من شر ما صنعت ، أبوء لك بنعمتك علي وأبوء بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت #أذكار_الصباح_والمساء #hadith 1 day ago

Max Triple Kiss Worlds


%d bloggers like this: