05
Apr
10

Fanfic : Because I’m Stupid (part 3 / last part)

Berpisah dengan Youngsaeng hyung memang sedikit membuatku sedih. Tapi karena kepergian Youngsaeng hyung, aku bisa menjadi lebih mandiri. Semua hal kukerjakan sendiri. Mudah-mudahan saat Youngsaeng hyung kembali ke Korea nanti aku bisa menunjukkan perubahan sikapku ini.

“Kyu Jong-ah,” Suara yang sangat kukenal memanggilku. “Ne,” jawabku. “Apa kau mau menemaniku untuk menemui teman lamaku?” katanya. Teman lamanya? Apa ini berarti Sanji telah menemukan orang yang selama ini dia cari?

“Mwo? Teman lamamu? Berarti orang yang kau cari itu sudah ketemu?” tanyaku. “Belum. Temanku ini juga temannya. Kami dulu sering bersama. Entah kenapa kami bisa berkumpul di Korea,” jawabnya. Syukurlah. Aku benar-benar tak berharap Sanji akan menemukan orang itu. Kedengarannya memang jahat. Tapi dengan begitu akan ada banyak waktu untuk menunjukkan perasaanku yang sesungguhnya padanya.

“Kyu? Apa kau tak bisa menemaniku? Kalau begitu aku bisa pergi sendiri,” katanya. “Anio. Aku akan menemanimu. Dimana kau akan menemuinya?” tanyaku. “Di Jaksal Chicken,” jawabnya. “Tapi bukan sekarang, kan? Aku masih ada kelas,” tanyaku. “Masuklah dulu. Aku akan memberitahumu kapan kita harus pergi. Gumawo Kyu. Kau memang sahabatku yang paling baik,” katanya lalu pergi. Sahabat? Bisakah kau anggap aku lebih dari itu?

Saat ini aku sudah tidak bersekolah. Aku sudah menjadi mahasiswa di Daegu University. Sesuai dengan keinginanku, aku masuk ke fakultas sastra Korea. Sudah 3 tahun sejak kepergian Youngsaeng hyung. Akhir-akhir ini aku dan Youngsaeng hyung lost contact. Mungkin Youngsaeng hyung sedang sibuk.

“Dimana temanmu itu?” tanyaku saat kami telah sampai di Jaksal Chicken. “Sepertinya dia belum datang. Kita duduk dulu. Kajha,” katanya sambil menarikku ke sebuah meja. “Mudah-mudahan dengan bertemu dengan teman lamaku itu aku bisa mendapatkan sedikit informasi tentangnya. Benarkan Kyu,” katanya bersemangat. Aku hanya mengangguk. Apakah kau akan mengatakan ini padaku jika kau tahu perasaanku padamu?

“Sanji,” sapa seseorang dari arah punggungku. “Yunho oppa? Apa kabar oppa?” tanya Sanji saat mengetahui orang yang menyapanya adalah orang yang dari tadi sudah ditunggunya. “Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?” tanyanya. “Aku juga baik-baik saja. Silakan duduk oppa,” kata Sanji.

Pria ini memang terlihat lebih dewasa dariku. Mungkin ia sebaya dengan Youngsaeng hyung. Dia lalu melihat kearahku yang sedari tadi memang diam saja. Aku lebih memilih bermain game yang ada di ponselku dan mendengarkan pembicaraan mereka.

“Aku sampai lupa. Ini Kyu Jong sahabatku. Dia yang selama ini membantuku mencarinya,” kata Sanji memperkenalkanku. “Kim Kyu Jong,” kataku memperkenalkan diri. “Ne, Jung Yunho,” katanya.

“Oppa, apakah oppa punya sedikit informasi tentangnya? Aku benar-benar ingin bertemu dengannya dan mengulang masa-masa itu. Aku yakin, yang dikatakan teman-teman itu tidak benar. Dia belum meninggal. Aku bisa merasakan semua itu,” kata Sanji dengan mata yang berkaca-kaca.

“Aku tahu kau begitu menyayanginya. Tapi bukti-bukti itu mengatakan kalau dia,” Yunho tak meneruskan kalimatnya. “Oppa percaya padaku! Dia masih hidup oppa. Aku sangat yakin itu,” kata Sanji. Aku benar-benar tak mengerti dengan percakapan mereka. Meninggal? Bukti? Kalau memang orang yang Sanji cari sudah meninggal berarti aku memiliki kesempatan untuk mendekatinya.

—–

“Ya! kenapa melamun?” tanyaku sambil memberilan sebotol minuman. “Kyu, apa yang dikatakan Yunho oppa kemarin itu benar? Apa aku sudah tak bisa menemukannya lagi. Kalau memang seperti itu lebih baik aku kembali ke Jepang. Percuma,” katanya putus asa.

“Ya, dimana Sanji yang aku kenal? Sanji yang aku kenal selalu mengikuti kata hatinya. Tak pernah putus asa seperti ini. Kembalikan yang Sanji yang aku kenal,” kataku. Dia tersenyum. Ia seakan mengerti apa maksud kalimat-kalimat yang keluar dari mulutku tadi.

“Aku akan tetap membantumu mencarinya. Sebelum kau mendapatkan bukti-bukti, jika,” aku tak meneruskan kalimatku. Tak tega rasanya mengucapkan kata itu. “Ne, gumawo Kyu. Entah dengan cara apa aku harus membalas kebaikanmu ini,” katanya.

—–

Lelah sekali. Aktivitasku hari ini memang sangat melelahkan. Dari pagi, aku pergi bersama Sanji untuk mencari orang yang dicarinya. Sakit memang rasanya. Tapi karena aku yakin orang itu sudah meninggal, rasa sakit ini menjadi tak begitu sakit. Sepertinya aku harus cepat-cepat tidur.

“Kyu,” kata seseorang saat aku masuk kedalam kamarku. Suara itu. Aku mengenalnya. Ya, sangat mengenalnya. “Hyung,” Youngsaeng hyung sudah kembali. Aku lalu memeluknya. Melepas semua kerinduanku selama ini padanya. Rasanya, setelah bertemu dengannya semua rasa lelah yang ada pada diriku langsung lenyap.

“Kenapa hyung tak memberitahuku dulu kalau hyung mau pulang?” tanyaku. “Untuk apa aku memberitahumu jika kita pasti bertemu?” katanya. Ia tak berubah, masih sama seperti dulu. “Terserah kau lah,” kataku akhirnya.

—–

“Kyu, bagaimana dengan gadis yang kau ceritakan padaku waktu itu? Apa kau sudah memacarinya?” tanya Youngsaeng hyung. “Belum hyung. Aku belum mengatakan perasaanku padanya,” jawabku. “Kenapa kau belum mengatakannya? Katakan saja! Aku yakin dia akan menerimamu. Siapa sih yang bisa menolak dongsaengku ini?” katanya. Hyung kau masih Youngsaeng hyung yang dulu. Yang selalu memberiku semangat.

“Sudah lama kita tidak jalan-jalan berdua. Kita jalan-jalan yuk. Apa hyung tidak merindukan suasana kota Seoul?” tanyaku mengajaknya jalan-jalan. “Aish, bilang saja kau rindu padaku dan kau ingin berjalan-jalan denganku. Kajha,” katanya. Hyung kau memang benar. Aku ingin sekali berjalan-jalan denganmu.

—–

Tak ada yang lebih menyenangkan dari hari ini. Taman Yeouido menjadi tujuan kami. Dulu saat pulang sekolah kami sering sekali datang kesini. Hanya sekedar menunggu waktu sore tiba.

“Kyu, kau tak mengajakku kesana? Bukankah tempat itu adalah tempatmu untuk mengamati setiap perempuan yang lewat?” tanya Youngsaeng hyung. Namun aku hanya tersenyum. Aku sudah menemukan orang yang sudah mengisi hatiku hyung.

“Ya. Aku mau membeli bakso ikan disana. Apa kau mau? Biar aku belikan,” kata Youngsaeng hyung bersemangat. Mungkin dia sudah merindukan makanan-makanan korea. Tiga tahun memang bukan waktu yang singkat. “Jangan lama-lama hyung,” kataku.

“Kyu?” panggil seseorang. “Sanji?” kataku setelah membalikkan badanku dan mengetahui siapa yang memanggilku. “Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya padaku. “Aku menemani hyung jalan-jalan. Apa kau mau bertemu dengannya? Tunggulah sebentar, ia sedang membeli bakso ikan,” kataku. “Mianhae Kyu. Aku sedang buru-buru. Aku pergi dulu, ya. Annyeong,” katanya sambil berlalu pergi. “Ne, annyeong,” kataku.

“Ya, Kyu,” panggil Youngsaeng hyung. Ia lalu memberikan beberapa tusuk bakso ikan padaku. “Hyung, kau lama sekali. Kau tahu? Gadis yang aku ceritakan padamu itu tadi ada disini,” kataku mengeluh. Youngsaeng hyung malah tersenyum. Padahal aku benar-benar ingin Youngsaeng hyung bertemu dengan Sanji. Supaya Youngsaeng hyung tahu betapa cantiknya dia.

“Jadi karena itu kau menganggapku terlalu lama? Kyu, lain kali kan aku masih bisa bertemu dengannya,” katanya. Youngsaeng hyung memang benar. Lain kali mereka masih bisa bertemu.

—–

“Kyu, kira-kira dimana aku harus mencarinya?” tanya Sanji saat kami pulang kuliah. “Sanji, bagaimana aku bisa membantumu mencari orang itu kalau aku belum melihat fotonya. Kau punya fotonya?” tanyaku. “Disitu masalahnya Kyu. Foto-fotonya telah hilang terbakar saat kami mengalami kecelakaan,” katanya dengan mata yang berkaca-kaca. Aish, sepertinya aku telah melakukan hal yang salah. “Mian Sanji. Aku tak bermaksud membuatmu sedih,” kataku meminta maaf. “Gwechana Kyu. Aku akan mencoba mencari fotonya. Mungkin saja aku masih memilikinya,” katanya.

—–

“Kyu. Aku punya,” teriak Sanji sambil memelukku saat aku sedang sendiri di taman dekat kampus. “Punya apa? Ya Sanji, kau memelukku apa mau membunuhku?” kataku saat aku benar-benar tak bisa bernapas. Sanji memelukku terlalu erat.

“Aku punya foto itu. Aku menemukannya, Kyu,” katanya bersemangat. Aku hanya tersenyum. Ini semua tak sesuai dengan apa yang aku inginkan. Aku malah berharap ia tak menemukan foto itu. Aku tak mau jika Sanji telah menemukan orang yang dicarinya ia akan berpaling dariku.

“Sincha? Coba aku lihat. Seperti apa sih laki-laki itu sampai membuat sahabatku jadi seperti ini?” ia lalu memberikan foto itu. Mataku terbelalak saat melihat foto itu. Ini tidak mungkin. Ya, ini tidak mungkin. “Foto itu memang sedikit rusak. Tapi kau masih bisa melihatnya kan?” katanya. “Sa.. Sanji boleh aku tahu siapa namanya?” tanyaku. “Young Saeng. Heo Young Saeng.”

Rasanya seperti berhenti detak jantungku. Rasanya darah ini sudah tak mau mengalir ditubuhku. Jadi orang yang selama ini aku cintai, ternyata mencintai hyungku sendiri? Benar-benar tak bisa kupercaya. Tidak. Aku tak boleh mempertemukannya dengan Youngsaeng hyung. Aku mencintainya. Aku tak mau dia dimiliki orang lain.

“Kyu? Kau kenapa? Apa kau mengenalnya?” tanyanya yang mungkin telah menyadari perubahan sikapku. “A.. Anio. Aku tak mengenalnya. Sanji, mianhae. Aku lupa. Aku ada janji dengan temanku. Aku pergi dulu, ya,” kataku yang langsung pergi meninggalkannya. Mianhae Sanji. Mianhae aku telah berbohong padamu. Aku benar-benar tak ingin kehilanganmu. Aku tak ingin melihatmu bersama orang lain. Apalagi melihatmu bersama hyungku sendiri.

Taman Yeouido. Setiap aku ada masalah, aku pasti ketempat ini. Sungguh ini semua belum bisa kupercaya. Kuputuskan untuk tetap berada disini beberapa saat. Kupejamkan mataku. Dan tanpa terasa, aku terlelap.

Kubuka mataku. Suasana disekitarku telah gelap. Mungkin sudah lama aku tidur disini. Aku lalu bangkit. Sebenarnya aku tak ingin pulang. Aku sedang tak ingin bertemu dengan Youngsaeng hyung. Tapi aku tak ingin membuat eomma dan appa khawatir.

Kuparkirgan mobilku di garasi. Aku lalu masuk, tanpa mengucap salam. “Kyu dari mana saja kau? Kenapa jam segini baru pulang?” tanya Youngsaeng hyung “Kyu, kau tahu ini sudah jam berapa? Tengah malam seperti kau baru pulang?” tambah eomma. Aku hanya diam. Aku ingin segera masuk ke kamarku. “Kyu, eomma-mu sedang berbicara. Dengarkan dulu. Jangan masuk kamar sebelum eomma selesai berbicara,” sekarang appa. Tapi aku tak peduli. Aku langsung masuk kemar. Samar-samar kudengar percakapan mereka. Mereka pasti sedang membicarakanku.

“Kyu, boleh aku masuk?” tanya Youngsaeng hyung. Diam. Aku tak menjawabnya. Aku sekarang memang sedang tak peduli dengan siapapun. “Kyu, apa kau sedang ada masalah? Ceritakan saja padaku,” Youngsaeng hyung tetap membujukku. “Mianhae hyung aku sedang ingin sendiri,” kataku akhirnya.

—–

Hari ini sudah satu minggu setelah aku tahu siapa laki-laki yang dicari Sanji. Aku masih merahasiakan semua ini. Aku benar-benar tak tahu apa keputusanku ini benar atau salah. Yang jelas saat ini aku sedang ingin bersamanya.

“Kyu, apa aku sudah tak bisa bertemunya lagi? Padahal aku ingin sekali bertemu dengannya. Aku ingin menjawab pertanyaannya,” katanya. Dia sepertinya sedih. Apa yang kulakukan ini benar? Apa membuatnya semakin bersedih itu benar?

“Kyu?” suara itu. Andwe. Hyung kumohon jangan kemari. “Kyu, sedang apa kau disini?” tanya Youngsaeng hyung. “O..o..oppa?” kata Sanji saat melihat Youngsaeng hyung. “Sa..sa..sanji? Benarkah ini kau?” kata Youngsaeng hyung. Aku hanya bisa melihat mereka melepas kerinduan. Apa yang harus kulakukan sekarang. Bagaimana reaksi Sanji terhadapku?

“Oppa, kemana saja kau selama ini? Aku mencarimu. Kecelakaan itu. Maafkan aku, karena aku kau mengalami kecelakaan itu,” kata Sanji sambil menitikkan air matanya. “Anio Sanji. Ini bukan salahmu. Kecelakaan itu tak ada sangkut pautnya denganmu. Mianhae, aku tak memberitahumu saat aku pergi. Setelah kecelakaan itu appa langsung mengajakku kesini. Aku harus menjalani terapi disini,” jawab Youngsaeng hyung.

“Tunggu sebentar, oppa. Oppa kenal dengan Kyu Jong?” Sanji mulai bertanya-tanya tentangku. Saat ini aku hanya bisa diam. “Tentu saja, dia adik tiriku,” jawab Youngsaeng hyung.

“Kyu? Jadi selama ini kau telah membohongiku? Kau bilang kau tak mengenal Youngsaeng oppa. Tapi kenyataannya Youngsaeng oppa adalah kakak tirimu. Kenapa kau membohongiku? Kau jahat Kyu. Kau jahat,” kata Sanji marah. Aku tak bisa melihatnya. Tak bisa melihatnya menangis.

“Kyu, jawab aku! Kenapa kau membohongiku? Kenapa?!” Sanji benar-benar marah padaku. Mianhae Sanji. Mianhae. “Kyu, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Youngsaeng hyung. Diam. Memang hanya diam yang bisa kulakukan. Ini semua memang salahku. Semua ini terjadi karena aku bodoh. Benar-benar bodoh.

“Kukira kau adalah sahabatku yang paling baik. Ternyata kau tak lebih baik dari seorang penjahat kelas kakap,” aku tak boleh hanya diam. Sanji harus tahu alasanku kenapa aku melakukan semua ini. “Cukup Sanji. Aku memang jahat. Aku memang telah membohongimu. Dan asal kau tahu saja, aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu. Aku tak ingin melihatmu bersama orang lain. Apalagi melihatmu bersama Youngsaeng hyung. Mianhae Sanji,” kataku yang lalu pergi.

Kyu kau memang bodoh. Bodoh sekali. Kau tahu Sanji mencintai Youngsaeng hyung. Tapi kenapa kau menghalanginya? Sekarang lihat! Sanji membencimu karena kebodohanmu. Dan kau belum tahu bagaimana reaksi Youngsaeng hyung.

Hari ini kuputuskan untuk tidak pulang. Aku malu dengan Youngsaeng hyung. Aku malu bertemu dengannya. Kulajukan mobilku menuju sebuah tempat yang biasa kutuju saat aku memiliki banyak masalah. Malam ini akan kuhabiskan waktuku disini.

Pagi ini memang sejuk. Tapi aku tak bisa merasakannya. Aku mati rasa karena kebodohan yang kubuat sendiri. Melihat orang yang berlalu lalang disekitarku tak membuatku merasa lebih baik.

“Kyu,” seseorang memanggilku dan mengetuk pintu mobilku. Ia lalu masuk dan menepuk bahuku. “Kenapa semalam kau tak pulang? Eomma dan appa sangat khawatir dengan keadaanmu,” katanya lagi. “Aku malu padamu hyung,” kataku sambil menahan air mataku.

“Malu? Kenapa kau harus malu? Aku tahu bagaimana perasaanmu. Kau berhak mencintai siapapun. Sekalipun itu Sanji. Kyu, walaupun aku mencintainya. Kau boleh memilikinya. Ini juga salahku karena aku telah meningakan Sanji,” kata Youngsaeng hyung.

Anio hyung. Aku memang mencintainya. Tapi Sanji tak mencintaiku. Ia hanya mencintaimu. Dan Sanji pasti sekarang sudah membenciku,” kataku. “Kau salah. Sanji bukanlah orang yang seperti itu. Kalau kau minta maaf dan menjelaskan semuanya, ia pasti akan memaafkanmu. Minta maaflah padanya,” Youngsaeng hyung menasehatiku.

Hyung ini yang membuatku malu. Kau tak pernah marah walaupun aku melakukan kesalahan. “Mianhae hyung.”

—–

“Sanji, Mianhae. Kau boleh membenciku. Aku memang bodoh. Seharusnya aku tak membohongimu. Kau mencintai Youngsaeng hyung. Begitu pula dengan Youngsaeng hyung. Kau pasti akan bahagia dengannya,” kataku pada Sanji.

“Kyu, aku tak bisa membencimu. Selama ini kau yang telah menghiburku saat aku bersedih. Kumohon jangan ulangi perbuatanmu itu pada orang lain. Kau teman terbaikku,” kata Sanji padaku.

“Bukannya begini lebih baik? Aku senang melihat kalian seperti ini,” kata Youngsaeng hyung yang entah sejak kapan berada dibelakangku.

“Akan lebih baik lagi jika aku melihat kalian bersama,” kataku sambil menyatukan tangan mereka. Benar apa yang dikatakan banyak orang, cinta memang tak harus memiliki. Dan mencintai seseorang akan merasa senang jika melihat orang yang dicintai bahagia.

END


1 Response to “Fanfic : Because I’m Stupid (part 3 / last part)”


  1. 1 all
    17 May 2010 at 8:53 am

    yha ampun
    kyk,a nech crta bz diksh ke sutradara korea dech biar dibwt drama or film’a…
    khan kt uga bz liat ss501 akting breng yha wlupun sexy charisma,baby n leader oppa gx bnyak muncul’a.
    ne saran all.
    komawoyo


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

SS501

Kim Hyun Joong, Heo Young Saeng, Kim Kyu Jong, Park Jung Min, Kim Hyung Jun

Disinilah tempatnya Triple S, Mighty Max, & ELF, Kiss Me berkumpul. Aku harap kalian bisa enjoy dan aku juga mohon kesediaan kalian untuk tidak pelit dalam bercomment dan ngevote postingan yg menurut kalian bagus. Thanks

Pasang Banner Affiliate ini Juga yah diblogmu

Buat yang berminat jadi Author di blog ini silahkan mendaftarkan diri [DISINI]

Kalo mau curhat , comment hal2 yg gak penting, request, bashing-bashingan [Disini]

Jangan Lupa Buat Follow Aku Di Twitter

Add Me On Facebook

T-Max

Kim Joon, Shin Min Chul, Park Yun Hwa, Park HanBi, Joo Chanyang

U-Kiss

Alexander, SooHyun, KiBum, KiSeop, Eli, Kevin, DongHo

Top Rate

Categories

Visitor

  • 526,377 Visitor, Thanks For Coming

Tweeted

  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 9 hours ago
  • من سنن التي تفعل في السجود مجافاة ( ابعاد )عضديه عن جنبيه #نشر_سيرته #ﷺ 10 hours ago
  • إذا صلى أحدكم للناس فليخفف فإن منهم الضعيف والسقيم والكبير وإذا صلى أحدكم لنفسه فليطول ما شاء -- صحيح البخاري #نشر_سيرته 12 hours ago
  • اغتسل يوم الجمعة #صورة #الجمعة #نشر_سيرته twitpic.com/awdjyh #ﷺ 18 hours ago
  • قال النبي صلى الله عليه وسلم : لغدوة في سبيل الله أو روحة خير من الدنيا وما فيها #Hadith #ﷺ 1 day ago

Max Triple Kiss Worlds


%d bloggers like this: