04
Apr
10

FanFic: REVENGE

Credit: SS501 & Super Junior FanFiction

Title : Revenge

CASTS:
SS501 Heo Young Saeng
imagined

Author : Asty A
OneShot


~~~
“ya! Berikanlah pada kami permenmu itu!” kata salah seorang dari kelompok anak nakal berbadan besar itu. dia menarik-narik tanganku.

“tidak!” bentakku sambil tetap menjaga permenku di dalam pelukanku.

Mereka tetap memaksa, menarik permen itu namun aku takkan melepaskannya. Aku berlari, dan mereka mengejarku. Sampai akhirnya aku terjatuh. Lututku berdarah. Aku menangis sejadi-jadinya.

Akhirnya mereka berhasil menarik permen itu dari tanganku. Tangisanku masih keras. Tiba-tiba seorang namja seumuranku berlari ke arah kami. Wajahnya manis sekali. Dia lalu membelakangiku dan menghadap mereka.

“ya! Kembalikan permennya!” ucap namja itu sambil mendorong leader perkumpulan anak berbadan besar itu.

“enak saja! Kami sudah susah payah mendapatkan ini!” kata leader tadi sambil membusungkan dadanya.

“tapi itu kan punya yeoja ini! ayo! Ppalli kembalikan!”

Namja tadi mulai memukul leadernya. Akhirnya mereka semua memukul namja yang baik hati itu. akhirnya setelah namja itu luka, mereka pergi meninggalkan kami.

“gwaenchana?” tanya namja itu sambil mengelus wajahnya yang berdarah.

Aku hanya mengangguk sambil menangis. Permenku, yang baru saja kubeli.. padahal appa berkata aku hanya boleh makan permen besar itu sekali sebulan.

“kamsahamnida.” Ucapku. Aku masih menangis.

“umurmu berapa?” tanyanya.

“enam tahun.” Jawabku.

“wah, kita seumuran kalau begitu. oh iya, sebentar ya!” namja itu berlari meninggalkanku.

Beberapa saat kemudian dia kembali dengan membawa sesuatu di tangannya. Dia tersenyum dan duduk di sampingku.

“igeon.. untukmu. Aku mencuri ini dari toko ommaku.” ucapnya.

Aku menerima sebuah kaleng minuman yang disodorkannya. Ternyata jus jeruk.akhirnya aku tersenyum. Aku menghapus air mataku dan meminumnya.

“ah, sudah sore. Aku pulang dulu ya!” ucapnya sambil tersenyum lalu berjalan meninggalkanku.

“changkanman! Nuguseyo?” tanyaku penasaran.

“panggil saja aku wangja *pangeran*, oke?”
~~~
“Rinrin-ah.. kenapa kau melamun saja? Ada yang kau pikirkan ya?” tanya Kira, chingu sekelasku. Dia duduk di sampingku.

“gwaenchana. Hanya teringat masa lalu saja. Teringat cinta pertamaku.”

“cinta pertama? Oh.. si wangja saat kau berumur enam tahun itu,ya? Yang pernah kau ceritakan?”

Aku mengangguk. Lalu aku berjalan keluar kelas.

“ya! Kau mau kemana?” tanya Kira.

“ke mesin minuman. Kau mau ikut?”

“ah, yasudah. Aku disini saja.”

Aku berjalan pelan menuju mesin minuman otomatis yang ada di taman sekolah. Aku memasukkan uangku lalu memilih minuman. Aku memilih jus jeruk. Aku tersenyum mengingat wangja. Cinta pertamaku. Karena dia aku jadi sangat mencintai jus jeruk. Tiap hari aku selalu meminum jus jeruk. Aku tidak pernah meminum minuman kalengan lain selain jus jeruk.

Aku duduk di bangku taman. Murid-murid yeoja dan namja berjalan hilir mudik di hadapanku. Aku membuka kaleng dan meminumnya, namun tiba-tiba sebuah bola basket mengenai tanganku dan membuatku menjatuhkan jus jeruk itu.

Aku berdiri dan menatap marah ke orang yang sudah menumpahkan jus jerukku itu. orang itu berlari ke arahku.

“ah, choesonghamnida. Aku tidak sengaja.” Ucapnya.

“ya! Kau pikir dengan minta maaf jusku akan kembali seperti semula?” bentakku.

Dia menggaruk-garuk rambutnya lalu berjalan ke mesin minuman. Mau apa dia?

“igeon. Untuk mengganti jusmu yang tumpah tadi.” Ucapnya sambil menyerahkan sekaleng jus jeruk.

Aku mengambil kaleng jus jeruk itu dengan raut wajah kesal. Aku membuka kaleng itu dan berjalan menuju kelas karena sepertinya beberapa menit lagi jam istirahat akan berakhir, namun tiba-tiba aku terpeleset dan terjatuh. Jus jeruk yang belum sempat kuminum itu tumpah.

Namja tadi tersenyum melihatku. Dia lalu mengulurkan tangannya. Aku menarik tangannya dan berdiri. Dia mau mengejekku ya?

“sepertinya memang kau tidak cocok minum jus jeruk. Yang pertama, jus jerukmu terkena bola basket, aku akui aku yang menyebabkannya. Nah, yang kedua kau jatuh dan menumpahkan jus itu sendiri. Apa sekarang kau mau menyalahkanku?”

Aku hanya terdiam. Aku kesal sekali. Huh, padahal aku ingin sekali minum jus jeruk. Aku membersihkan pasir yang mengenai rokku dan berlari ke arah kelas.

“jae ireum Heo Youngsaeng imnida!” terdengar teriakan namja tadi. Memangnya aku perduli?
~~~
Aku masih memikirkan Youngsaeng. Sepertinya aku tidak asing dengan mukanya. Dimana aku bertemu dia,ya? Rasanya aku pernah melihatnya. Aku menopang daguku dan melihat ke arah jendela. Ah, aku ingin bertemu dengan namja itu lagi. tapi untuk apa ya? Aku tidak tahu. Rasanya aku sudah mengenal baik namja manis itu.

Pletakk..

Sebuah spidol mengenai kepalaku. Aku langsung berdiri.
“siapa yang berani-beraninya melempar spidol ke kepalaku?” tanyaku marah.

Semua chingu sekelasku menatapku takut. Kenapa? mereka takut? Karena aku adalah yeoja yang tegas dan berani? Mereka takut padaku?

Kira membisikkan sesuatu ke arahku. Aku tidak mendengarnya. Dia mengulanginya. Namun aku tidak menangkap dengan jelas apa yang dikatakannya. Yang bisa kudengar adalah kata-kata “belakang” dan “seonsaengnim”.

Tunggu dulu. Belakang? Seonsaengnim? Apa maksud Kira? Kira menatapku prihatin. Ada apa sih? Jangan-jangan…

“Park Rinrin-sshi! Akulah yang melempar spidol itu!”

Terdengar sebuah suara dari belakangku. Aku menoleh ke belakang, dan sangat terkejut melihat seonsaengnim sudah berdiri dengan menatapku marah.

“eh? Seonsaengnim? Ada apa?” jawabku dengan wajah tak berdosa.

“berani-beraninya kau melamun di kelasku!??!!? Kau tahu kan apa hukumannya?” tanya Seonsaengnim marah.

Hukuman? Kapan diciptakan hukuman seperti itu?

“ah.. hem.. tidak ada, mungkin?” jawabku sambil tersenyum polos.

“Park Rinrin-sshi.. KELUAR!!!!”
~~~
Jam pelajaran yang tersisa kuhabiskan dengan duduk di bangku taman sambil meminum jus jeruk kaleng kesukaanku. Bel pulang baru saja berbunyi. Aku mengambil handphoneku. Ada pesan baru, dari appa.

Rinrin-ah, appa yang akan menjemputmu. Tunggu appa ya. Jangan pulang naik bis seperti biasanya. Appa akan membawamu pergi makan siang.

aku tidak membalas. Itu artinya iya. Ya sudahlah, jarang sekali aku bisa makan siang dengannya. Biasanya dia sibuk sekali di kantor tempat dia bekerja. Dia adalah seorang direktur. Aku tetap duduk di bangku taman, menunggunya.
~~~
Youngsaeng’s PoV
Aku berjalan ke arah taman. Aku tidak ingin pulang ke rumah dan bertemu halmeoni. Aku benci dia. Sangat membenci dia. Aku merindukan ommaku. Omma kandungku. Kerinduan itu membawa kenangan sebelas tahun lalu menyeruak ke pikiranku. Saat aku berumur enam tahun, dan harus menghadapi kenyataan paling pahit dalam hidupku.
~~~
Aku dan omma baru saja pulang berbelanja untuk keperluan toko. Aku mengambil sebuah kaleng jus jeruk dari dalam plastik belanjaan omma. Aku menyelipkannya di kantung bajuku yang besar. Aku akan memberikan jus jeruk ini pada yeoja manis, yang beberapa hari yang lalu aku tolong dari anak berbadan besar. Kami sering bermain bersama, dan setiap kami bermain aku pasti memberikannya sekaleng jus jeruk hasil curian dari toko ommaku.

Wajahku berseri-seri. Aku tidak sabar bertemu yeoja itu. omma menggenggam erat tanganku saat kami akan menyeberang jalan.

Tiba-tiba omma melepaskan tanganku dan mendorongku ke belakang. Wae? Tiba-tiba sebuah mobil menghantam ommaku. Dia terjatuh dan tergeletak bersimbah darah di atas aspal. Aku menangis keras.
Si pengemudi mobil turun dari mobilnya dan menatap ommaku panik.

“ahjussi.. tolonglah omma.. bawalah dia ke byongwon.. dia masih hidup.. ahjussi. Jebal.” Air mataku makin deras mengalir saat omma mulai sulit bernafas.

“sudahlah, anak kecil! kau merepotkanku! Aku akan ketinggalan pesawat untuk perjalanan bisnis ke eropa! Mana mungkin aku menolong ommamu!”

Ahjussi itu mengeluarkan beberapa lembar uang won dari dalam dompetnya lalu melemparkannya ke arahku.
“bawalah ommamu ke byongwon sendiri. Itu untuk membiayai pengobatannya!”

Dia lalu masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan kami. Tidak ada orang lain. Bagaimana aku membawa omma ke byongwon?
Omma tidak bernafas lagi.
Dia. Tidak. Bernafas. Lagi.
Dia. Meninggal.
“OMMAAAAA..!!!”

~~~
Air mataku menetes saat aku mengingat kejadian mengerikan itu. aku mengambil sebuah kartu nama dari dompetku. Park Hyun Shik. Pembunuh. Dia adalah pembunuh ommaku. Kartu nama ini terselip di antara uang yang dilemparkannya ke arahku. Aku akan segera menemukannya dan membalas dendamku padanya. Bisa-bisanya dia meninggalkan orang yang ditabraknya sekarat dijalan. Dia sangat tidak berperasaan. Orang seperti dia pantas menerima balasan.

Saat aku berjalan, seseorang menabrakku. Yeoja yang tadi kutumpahkan jus jeruknya. Dia tampaknya terburu-buru.
“ah, choesonghamnida.” Ucapnya.
“kau?” tanyaku.
“ternyata kau! Ah, aku tidak ada urusan denganmu. Kalau mau berbicara lain kali saja,ya. Appaku sudah menungguku.”

Dia berlari meninggalkanku masuk ke dalam mobilnya. Sebelum dia masuk, aku sempat melihat wajah appanya. Sepertinya aku familiar dengan wajah itu. aku mencoba keras mengingat siapa namja itu. aku tercekat. Dia adalah…. pembunuh ommaku. Park hyunshik.
Aku tersenyum. Akhirnya aku menemukannya. Dia memiliki seorang putri yang bersekolah disini. Putrinya adalah yeoja itu. kesempatan yang sangat besar untukku. Untuk membalas dendam yang telah kupendam selama sebelas tahun.
Youngsaeng’s PoV end
~~~
Rinrin’s PoV
“annyeong..” ucap Youngsaeng di depan pintu kelasku.

“kau berbicara padaku?” tanyaku malas.

Dia hanya tersenyum. Aku berbalik. Hanya ada aku sendiri di kelas. Berarti dia berbicara padaku.

“ada apa?” tanyaku ketus.

“aku ingin meminta maaf atas kejadian jus kemarin. Sebagai gantinya, aku akan mengajakmu makan. Kkaja!”

Dia menarik tanganku. Aku melepaskan tanganku dari cengkeramannya.

“ya! Jangan seenaknya! Aku belum berkata iya,kan?” tanyaku

“ayolah.. ya? Ya?”

Dia tersenyum. Sepertinya dia tidak berniat jahat. Lagipula, aku sedang lapar.

“yasudah.”

Dia tersenyum, tiba-tiba dia berkata,”aku harus tahu sesuatu dulu.”

“tahu apa?”

“namamu.”

“hah… jae ireum Park Rinrin imnida.”
~~~
Youngsaeng tidak seburuk yang aku pikirkan. Dia manis, baik, perhatian, dan.. dia cukup romantis. Dia baik,kok. Tapi senyumannya, dan matanya saat dia tersenyum.. mengingatkanku pada seseorang. Wangjaku. Dia sangat mirip dengan wangjaku.
~~~
Esok harinya
Aku turun dari bis dan berjalan menuju sekolah. Saat aku melewati taman, aku berhenti sebentar. Apa lagi yang akan kulakukan selain membeli jus jeruk? Aku memasukkan uangku dan memilih jus jeruk. Aku mengambil jus itu dan berjalan menuju kelas.

Saat aku masuk kelas, aku melihat chingu yeojaku mengerubungi mejaku. Aku mengusir mereka dengan kesal. Mereka menatapku sinis. Apa sih yang mereka lihat? Saat aku melihat mejaku, aku terkejut. Aku sadar mereka bukan melihat mejaku, tapi melihat meja di belakangku.

Heo Youngsaeng sedang duduk di belakang kursiku. Saat melihatku dia berdiri dan tersenyum.
“ya! Mau apa kau di kelasku?” tanyaku kesal.

“kelasmu? Boleh aku membetulkan sedikit? Kelas kita.” Dia tersenyum.

“kelas kita? Setahuku dulu kita tidak sekelas.”

“dulu. Sekarang aku sudah pindah, Rinrin-ah..”

Dia tersenyum lalu duduk kembali. Kira yang sepertinya terpesona dengan Youngsaeng menarik tanganku keluar kelas.

“Rinrin-ah.. kenapa kau tidak bilang kau mengenal si tampan itu?” ucap Kira sambil menarik-narik tanganku tidak sabaran.

Akhirnya aku menceritakan apa yang kualami kemarin.

Rinrin’s PoV end
~~~
Youngsaeng’s PoV
Aku pindah ke kelas yang sama dengan Rinrin. Tentu saja untuk membalas dendamku. aku akan mendekati Rinrin. Aku akan membuatnya tergila-gila padaku, dan aku akan melaksanakan rencanaku. Lihat saja, Park Hyunshik. Beberapa langkah lagi aku akan membuatmu menangis, seperti kau membuatku menangis saat kepergian ommaku.
~~~
Kriiing.. kriiing..
Bel pulang berbunyi. Rinrin dan seorang chingunya berjalan keluar kelas. Aku segera mengejar mereka.

“ya! Ya! Changkanman!” teriakku.

Rinrin dan chingunya itu berbalik menatapku. Chingunya tersenyum melihatku. Aku membalas senyumnya. Sebenarnya yeoja ini manis juga, tapi sayangnya aku tidak punya banyak waktu untuk bermain-main. Aku harus fokus pada Rinrin.

“Rinrin-ah.. kau mau pulang?” tanyaku ramah.

“tidak. Ya jelas lah aku mau pulang. Jadi kau pikir apa? Aku akan menginap di sekolah tua ini?” dia menjawab ketus. Mungkin akan tidak mudah membuat yeoja ini suka padaku. Dia sedikit… galak? Oh dia sedikit cuek mungkin?

“aku antar saja ya?”

Dia menatapku heran. Dia lalu menatap chingunya. Chingunya tersenyum lalu mengangguk. Sepertinya Rinrin menanyakan pendapat chingunya itu. aku tersenyum lalu menarik tangan Rinrin.

Youngsaeng’s PoV end
~~~
Rinrin’s PoV
Sebelum mengantarku ke rumahku, dia berkata dia ingin ke rumahnya sebentar untuk mengambil sesuatu. Aku turun dari mobilnya dan mengikutinya masuk ke rumahnya.

Namun langkahku terhenti. Sepertinya aku familiar dengan rumah ini. aku mencoba mengingat kembali. Di depan rumah ini ada sebuah bangunan kecil yang sudah tua. Pintunya terkunci. Catnya sudah mengelupas. Halaman rumah ini.. ada sebuah ayunan yang tergantung di dahan sebuah pohon besar. Bentuk rumahnya.. aku sangat familiar. Aku tahu. Aku tahu ini rumah siapa. Aku ingat. Aku yakin, karena daerah ini adalah daerah di dekat rumahku saat kecil, sebelum aku pindah.

“ya! ada apa?” tanya Youngsaeng sambil menatapku heran.

“Youngsaeng-ah, boleh aku bertanya sesuatu?”

“apa?”

“dulu bangunan itu untuk apa?” tanyaku sambil menunjuk sebuah bangunan kecil di depan rumah ini.

“oh, dulu itu adalah sebuah toko. ommaku yang menjaganya. Namun setelah dia meninggal, toko itu tutup.”

Aku terdiam. Aku semakin yakin. Namun aku diam saja. Aku mengikuti Youngsaeng masuk ke rumahnya. Dia menyuruhku duduk di ruang tamu. Saat dia naik ke lantai atas, aku berjalan ke ruang keluarga.
Disana ada sebuah meja kayu dengan banyak foto berbingkai di atasnya. Kebanyakan foto Youngsaeng. Saat dia dewasa, remaja, dan… aku menutup mulutku saking kagetnya. Ada sebuah foto namja kecil dengan ommanya. Namja itu sangat manis. Dia adalah wangja. Cinta pertamaku. Yang dulu sangat dekat denganku saat aku kecil, namun karena aku pindah, kami tidak pernah bertemu lagi.

Heo Youngsaeng adalah wangja. Yang selalu aku ingat selama sebelas tahun. Wangjaku.
Youngsaeng turun dari lantai atas. Dia melihatku lalu berjalan ke arahku.

“ya.. sedang apa kau?”

“Youngsaeng-ah.. apa ini kau saat kau kecil?” tanyaku sambil menunjuk foto tadi.

Youngsaeng mengangguk. Ternyata benar, dia adalah wangjaku.

~~~
Sesampainya aku di rumah, aku melonjak-lonjak senang. Aku telah menemukan wangja. Cinta pertamaku. Sampai sekarang aku masih mencintainya.

Aku mengambil handphoneku dan menelepon Kira.

“yeobeoseyo?”

“KIRAAA!! AKU SUDAH BERTEMU WANGJA!”

“wangja? Cinta pertamamu itu? bagaimana bisa? Siapa dia?”

“kau tidak akan pernah menyangkanya.”

“wae? Nugu?”

“HEO YOUNGSAENG!”
“…..”

Tit. Mati. Handphoneku lowbat. Argh! Padahal banyak yang ingin kuceritakan pada Kira.
~~~
appa! Aku tidak mau pindah! Pokoknya tidak mau!” ucapku sambil menarik tanganku dari genggaman appa.
“kita harus pindah! Iya kan Jungmin?” tanya appa pada Jungmin oppa, oppaku yang sudah agak besar.

Jungmin oppa hanya mengangguk. Sebenarnya dia selalu menuruti apa yang dikatakan appa. Kenapa dia tidak membelaku?

“appa….” aku mulai menangis.

Appa tetap menarikku ke dalam mobil. Namun aku melepaskan tanganku darinya dan berlari secepat mungkin. Aku akan ke rumah wangja.

Sampai disana aku melihat wangja sedang menangis di depan toko ommanya.

“wangja.. kau kenapa?” tanyaku sambil duduk di sampingnya.

“ommaku meninggal.. ada mobil yang menabraknya.. hiks.. hiks..”

Aku menunduk. Kasihan sekali wangja. Dia pasti sangat sedih. Dia kan pernah bercerita padaku kalau dia hanya tinggal dengan omma dan halmeoninya. Halmeoninya kejam.

“ya! yeoja manis.. mianhaeyo..” ucapnya tiba-tiba.

“mianhaeyo? wae?”

“mulai sekarang aku tidak bisa memberimu jus jeruk lagi, karena toko omma sudah tutup.. mianhae”

Aku terdiam. Aku mulai menangis.

“wangja.. aku akan pindah. Jadi kau tidak perlu memikirkan jus jeruk itu..”

“pp.. pp.. pindah? Kau mau kemana? Kajima!”

“kami akan pindah. Aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi. mianhaeyo..”

Wangja itu makin menangis. Aku juga menangis. Tiba-tiba Jungmin oppa datang menjemputku. Dia menarik tanganku.

“Rinrin-ah.. ppalli!”

Sebelum aku pergi, aku melepas kalungku. Aku melemparkannya pada wangja.

“jangan lupakan aku ya!” ucapku sambil tersenyum. Wangja hanya memandangi kalung di tangannya.
~~~
Aku semangat sekali pergi ke sekolah. Karena aku akan bertemu dengan wangja. Maksudku Youngsaeng. Aku berjalan ke kelas. Youngsaeng sudah datang. Saat melihatku, dia tersenyum dan berdiri.

“annyeong haseyo Rinrin-ah..”

Aku tersenyum. Tidak seperti kemarin, aku hanya membalas ketus. Aku duduk di mejaku. Youngsaeng keluar kelas. Mau kemana ya dia?

Tiba-tiba Kira mendekatiku dan membuatku curiga. Haha.

“Rinrin-ah.. apa kau serius mengenai wangja itu?”

“iya! Aku serius!”

“apa kau masih mencintainya sampai sekarang?”

Aku hanya tersenyum dan mengangguk. Hari ini moodku sedang bagus sekali. Youngsaeng masuk ke kelas dan berjalan ke mejaku. Dia meletakkan sebuah kaleng di atas mejaku. Jus jeruk.

“igeon.. untukmu..”

Aku jadi semakin suka pada wangja. Dia tumbuh menjadi seorang namja yang sangat tampan. Aku tersenyum dan meminum jus jeruk itu.
~~~
Youngsaeng mengantarku pulang. Di mobilnya, aku mencoba menguji ingatannya. Apakah dia masih ingat padaku?

“Youngsaeng-ah..”

“eh?”

“apa kau.. apa kau.. apa kau pernah menyukai seorang yeoja saat kau kecil?”

Dia menatapku heran. Dia terdiam beberapa saat. Akhirnya dia membuka mulutnya.

“nae. Dulu saat aku berumur enam tahun, aku pernah menyukai seorang yeoja yang seumuran denganku. kami sangat dekat. Aku sering memberinya jus jeruk yang kucuri dari toko ommaku. Setelah itu dia pindah. Aku tidak tahu dimana dia sekarang.”

Jantungku berdegup kencang. Ingin rasanya aku berteriak,”AKU DISINI.. AKULAH YEOJA ITU..”

Namun aku hanya terdiam. Ternyata dia masih mengingatku.

“kau tahu namanya?” tanyaku berpura-pura.

“aniyo. Tapi yang jelas dia memberiku ini..”

Youngsaeng mengambil sebuah kotak dari dalam dashboardnya. Dia membuka kotak itu. aku terkejut. Ternyata dia masih menyimpan kalung pemberianku! Astaga! Aku senang sekali!

“kalau kau diizinkan bertemu dia sekali lagi, apa yang akan kau lakukan?” tanyaku.

“entahlah… mungkin memeluknya. Karena aku sangat merindukannya.”

Setelah itu aku merasa jantungku sudah lepas dari tempatnya.
Rinrin’s PoV end
~~~
Youngsaeng’s PoV

Deg. Deg. Jantungku berdegup kencang. Wae? Molla. Rinrin tersenyum lalu turun dari mobilku. Dia masuk ke dalam rumahnya. Kami sudah sampai. Setelah itu aku memacu mobilku. Jantungku masih saja berdegup tidak normal. Aku memikirkan Rinrin. Andwae! Aku tidak boleh menyukainya. Sedikitpun. Aku tidak boleh. Karena dia adalah satu-satunya jalan untuk membalas dendam atas kematian omma.
~~~
Aku semakin dekat dengan Rinrin. Hampir setiap hari kami selalu bersama diluar jam sekolah. Aku merasa senang dan nyaman di dekatnya. Sesuatu yang harusnya tidak boleh kurasakan terjadi. Aku menyukainya. Eottheokkkae? Tapi tidak. Aku tidak boleh menyerah begitu saja dan melupakan rencana pembalasan dendamku.
~~~
Beberapa tahun kemudian
~~~
Hari ini adalah hari pernikahanku dengan Rinrin. Sudah bertahun-tahun kami bersama dan aku rasa aku mencintainya. Namun aku lebih mencintai ommaku. Entah setan apa yang merasuki pikiranku. Aku menghempaskan jauh-jauh perasaanku pada Rinrin. Aku harus fokus membalas dendamku. aku harus bisa.
Kulangkahkan kakiku menuju ruang berganti pakaian untuk pengantin wanita. Aku sudah mempersiapkan racun di kantung jasku. Di ruangan ini hanya ada aku dan Rinrin.

“annyeong yeoja yeppeo..” ucapku saat menatap rinrin. Aku tersenyum. Dia benar-benar yeppeo.

“ah.. sudahlah.. jangan lihat aku seperti itu. aku tidak suka!” dia menutup wajahnya dengan tangan.

Aku menatapnya. Sebenarnya aku sangat mencintainya, tapi aku tidak bisa. aku tidak boleh. Jika tidak, Park Hyunshik tidak akan merasakan apa yang aku rasakan dulu. Aku meremas racun di dalam tanganku. Kumasukkan kemana ya racun ini? di sekitar sini tidak ada minuman.

Tiba-tiba Park Hyunshik masuk. Api kebencian mulai membara dalam dadaku. Aku sangat membenci orang ini.
Dia menatap putrinya kagum. Dia akan mengacaukan rencanaku. Pergi sana! Dasar pengganggu!
Tiba-tiba Kira masuk dan membawa sebuah plastik yang berisi minuman kalengan. Rinrin sangat senang lalu memilih jus jeruk. Baguslah.

“ahjussi.. biarkan mereka berdua disini.. jangan diganggu..” ucap Kira sambil mendorong Hyunshik keluar. Baguslah.

“aduh.. aku ingin ke kamar mandi..” ucap Rinrin lalu berlari keluar sambil mengangkat gaun panjangnya.

Aku mengambil kaleng jus jeruk dan membukanya. Aku memasukkan pil racun ke dalam kaleng itu. pasti sudah larut. Aku buru-buru meletakkan kaleng itu di meja.

Rinrin datang dan menatap heran kaleng jus jeruknya. Aku mengambil kaleng itu dan menyerahkannya pada Rinrin. Rinrin tersenyum dan menerimanya. Dia mengambil sebuah sedotan plastik dan mulai meminum jus jeruk itu.

Beberapa saat kemudian dia mulai terbatuk. Aku tersenyum. Dia terjatuh. Darah segar keluar dari mulutnya. Dia masih terbatuk-batuk. Gaun putih indahnya sekarang tertutupi merahnya darah.

“KYAAAA!!” terdengar teriakan dari arah pintu.

Kira sedang berdiri menatap Rinrin terkejut. Dia menutup mulutnya. Dia segera berlari ke arah Rinrin dan mengguncang-guncang tubuh chingunya yang sekarat itu. darah masih mengalir. Rinrin tak henti-hentinya terbatuk.

“ya! Rinrin-ah.. sadarlah! Sadarlah! Ya! kau! Youngsaeng babo! Ppalli! Apa yang kau lakukan disana? Lihatlah.. calon istrimu! Dia sekarat!”
Aku hanya tersenyum sinis dan menggeleng.

“neo! Berarti.. kau sengaja ya? kau sengaja ingin melihat dia mati? Begitu? jawab!!”

Aku hanya mengangguk. Sebenarnya aku ingin sekali mengangkat tubuh Rinrin dan membawanya sesegera mungkin. Namun kakiku tertahan. Aku teringat wajah ommaku. Tidak. Aku tidak boleh menyelamatkan Rinrin.
Aku malah tersenyum dan berjalan ke arah pintu. Namun Kira menarik tanganku dan menamparku.

“ya! apa kau tidak pernah tahu? Kau adalah cinta pertama Rinrin! Yang ditunggunya selama belasan tahun! Kau adalah wangjanya. Orang yang selalu dicintainya dan ditunggunya hingga sekarang. Apa kau tidak ingat? Dia adalah yeoja yang selalu kau beri jus jeruk! Karena itulah hingga sekarang dia selalu minum jus jeruk! Kau tidak punya hati!”

Kira menangis.
Apa maksudnya? Wangja? Jadi.. Rinrin adalah yeoja itu.. cinta pertamaku juga. Orang yang masih aku ingat dan aku simpan kalungnya. Lagipula sekarang aku benar-benar mencintainya. Tapi bagaimana dengan pembalasan dendamku?

Aku terduduk. Apa yang baru saja kulakukan? Membunuh cinta pertamaku. Aku. Membunuh. Cinta. Pertamaku. Aku akhirnya berlari ke arah Rinrin dan menggendongnya.
“Rinrin-ah.. bertahanlah. Aku akan membawamu ke byongwon.”

Namun Rinrin malah memelukku. Dia berkata,”aku.. aku.. uhuk.. uhuk.. hansang saranghaeyo.. wangjaku..”
Setelah itu Rinrin tersenyum. Perlahan dia memejamkan matanya.
Dia tidak ada di dunia ini lagi. dia sudah tidak bernafas lagi. dia sudah meninggal.

Air mata membasahi wajahku. Aku babo! Aku pikir dengan begini aku akan senang, ternyata aku malah semakin merasa sakit. Orang yang kucintai… tertidur untuk selama-lamanya di dalam gendonganku. Dengan gaun putih anggun yang sudah terkotori darah. Karena aku. Karena aku.
Park Hyunshik masuk. Dan dia sangat panik dan terkejut melihat keadaan putrinya. Dia menangis.

Aku melangkahkan kakiku menuju jendela yang langsung menuju ke bawah. Aku duduk di pinggir jendela. Aku tersenyum ke arah Park Hyunshik.

“sekarang kau sudah merasakannya. Kau sudah merasakan kehilangan orang yang kau cintai! Seperti aku dulu!”

“apa maksudmu?!? Kenapa kau melakukan ini pada putriku?”

“dan apa yang kau lakukan pada ommaku!!??! Kenapa kau tidak membawanya ke byongwon saat itu? jika dia tidak meninggal karena kau, putrimu juga tidak akan meninggal!”

“jadi.. kau adalah anak kecil waktu itu!”

Aku hanya terdiam. Aku memandang ke bawah. aku menangis. Ternyata aku baru sadar, bahwa aku mencintai Rinrin. Sangat mencintai Rinrin.

Tiba-tiba aku melihat dia di bawah, sedang tersenyum melihatku. Dia memegang bunga dan jus jeruk kalengan. Di sampingnya aku melihat ommaku sedang tersenyum padaku.

“Rinrin? Omma?”

Mereka berdua tersenyum. Mereka melambaikan tangannya padaku. Menyuruhku turun.

Aku tahu. Mereka menungguku.

Aku lalu melihat sekilas ke arah mayat Rinrin, lalu aku menghempaskan diriku keluar jendela. Aku tersenyum sebelum aku sempat merasakan rasa sakit yang luar biasa. Dan setelah itu hampa. Hampa sekali.

~~~ The End ~~~


3 Responses to “FanFic: REVENGE”


  1. 19 May 2010 at 5:53 am

    hehe… biar jadi yg pertama…

    q blom baca FF nya sih… cuma numpang coment ajah….

  2. 2 kheanqyte
    1 July 2010 at 5:33 am

    Baguss banget crita’a… Tp kugg smua’a mati sihh…

  3. 3 Diah W.N
    22 March 2011 at 5:56 am

    jadi keinget komik Detective Conan yg pembunuhan pengantin cuman dikomiknya, si cowoknya kaga mati~ huaaa~ keinget Conaann *o*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

SS501

Kim Hyun Joong, Heo Young Saeng, Kim Kyu Jong, Park Jung Min, Kim Hyung Jun

Disinilah tempatnya Triple S, Mighty Max, & ELF, Kiss Me berkumpul. Aku harap kalian bisa enjoy dan aku juga mohon kesediaan kalian untuk tidak pelit dalam bercomment dan ngevote postingan yg menurut kalian bagus. Thanks

Pasang Banner Affiliate ini Juga yah diblogmu

Buat yang berminat jadi Author di blog ini silahkan mendaftarkan diri [DISINI]

Kalo mau curhat , comment hal2 yg gak penting, request, bashing-bashingan [Disini]

Jangan Lupa Buat Follow Aku Di Twitter

Add Me On Facebook

T-Max

Kim Joon, Shin Min Chul, Park Yun Hwa, Park HanBi, Joo Chanyang

U-Kiss

Alexander, SooHyun, KiBum, KiSeop, Eli, Kevin, DongHo

Top Rate

Categories

Visitor

  • 525,855 Visitor, Thanks For Coming

Tweeted

  • وقالوا أإذا ضللنا في الأرض أإنا لفي خلق جديد بل هم بلقاء ربهم كافرون ﴿١٠﴾--سورة السجدة #Quran 57 minutes ago
  • قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إنه لا يأتي عليكم زمان إلا الذي بعده شر منه حتى تلقوا ربكم -- صحيح البخاري #Hadith #ﷺ #ﷺ 16 hours ago
  • قال رسول الله : سبعة يظلهم الله : رجل ذكر الله ، ففاضت عيناه - صحيح البخاري ﷺ #ﷺ 17 hours ago
  • أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق . (ثلاثا إذا أمسى) #أذكار_الصباح_والمساء #Hadith 18 hours ago
  • قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: «ما زال جبريل يوصيني بالجار، حتى ظننت أنه سيوَّرثه» #نشر_سيرته #ﷺ 22 hours ago

Max Triple Kiss Worlds


%d bloggers like this: