26
Mar
10

Fanfic : My Savior (One shoot)

credit  : ffindo

******

Title        :  My Savior

Author  : Ima Tripleshawol, My eonni

Cast         : Kim Hyun Ae (My Eonni), SS501

Rated     : PG-16+

*****

“Aku harus cepat ke DSPent, hari ini aku ada rehearsal“ keluhku sambil berlari meninggalkan apartemenku.

***

“Ya! Kenapa kau telat? Baru di trainee saja kau sudah tidak disiplin.” bentak koreografer DSPent.

“Mianhae, tapi aku terlalu lelah karena rehearsal kemarin.” aku menyapu keringatku.

“Yang lain juga sama sepertimu, tapi mereka tepat waktu.”

Ketika aku sedang dimarahi pak koreografer, tiba tiba ada yang memegang pundakku dari belakang.

“Mianhae pak, mungkin dia belum terbiasa dengan jadwal barunya.” Jung Min oppa memang pahlawanku.

“Tapi Jung Min-a, dia harus mulai disiplin. Apa lagi kalau dia sudah debut nantinya?” masih dengan sedikit marah.

“Percayalah pada ku, dia pasti bisa menyesuaikan diri, ini masih dalam proses. Beri dia waktu beradaptasi, aku juga akan membantunya. Bagaimana?” Jung Min oppa memberikan penawaran pada pak koreografer.

“Yasudah, lain kali jangan kau ulangi lagi Hyun Ae” pak koreografer meninggalkanku dan oppa, oppa melepaskan tangannya.

“Gomawo oppa” sambil tersenyum jahil pada oppa.

“Kau ini, lain kali jangan kesiangan lagi ya.” Mengusap kepalaku, “sudah sana, nanti kau di marahi lagi.”

“Ne..” aku membungkukkan badanku dan melambaikan tangan pada Jung Min oppa menuju ruang rehearsal.

***

Minggu depan aku memulai debut, jadi rehearsal makin menggila. Kadang aku hanya tidur 2 jam. Omona!! Jadi begini kehidupan artis. Tidak semudah yang aku pikirkan. Sekarang sudah sore, makan siang aku lewatkan karena ada gerakan dance yang aku tidak bisa. Saat aku memutuskan untuk istirahat, Jung Min oppa mengantarkan makanan untukku.

“Wah oppa tau saja aku lapar, haha.” Aku makan dengan lahap, sedangkan oppa hanya memperhatikanku saja, “oppa kau tidak makan?”

“Anni..aku sudah makan tadi, aku teringat kau saat makan jadi aku belikan juga untukmu.”

“Berarti mukaku ini mirip makanan ya? Jadi setiap oppa melihat makanan langsung teringat padaku.”

“Ya begitulah”

“Oppa jahat” aku menggembungkan pipiku, aku dan oppa saling berpandangan dan tawa kami pun meledak.

Aku merasa ada mata yang memperhatikan kami berdua sejak tadi. Bukan kali ini saja, tapi dari mulai aku trainee, aku merasa selalu ada yang mengawasiku. Tapi aku tidak tahu siapa yang memperhatikanku. Aku pun selesai menghabiskan makananku.

“Sekali lagi, gomawo oppa untuk makan siang sekaligus sore, aku harus latihan rehearsal lagi, bye.” Aku tinggalkan Jung Min oppa.

***

Hoahmm sudah pagi lagi, dan untungnya hari ini rehearsal libur. Ponselku berdering, ternyata ada pesan dari Jung Min oppa.

Hyun Ae, ku tunggu di dorm ku,

kita belajar tehnik panggung oke?

Jam 10 jangan telat!! J

Tidak rehearsal, belajar yang lain. Huffh, aku lelaaaahhh!! Ingin berteriak rasanya. Tapi mau bagaimana lagi, resikonya harus kuterima. Aku memulai hari ini dengan membersihkan dorm kesayanganku. Habis itu mandi dan bersiap menuju dorm oppa.

***

Aku sampai di dorm SS501, dormnya oppa. Aku tekan bel, tak lama pintu dorm terbuka.

“Annyeong Hyun Joong oppa” sapaku sambil membungkukkan badanku.

“A-anyeong, mau bertemu Jung Min?” mukanya agak gugup ketika melihatku.

“Ne, dia ada tidak?” aku agak menelisik ke dalam ruangan utama dorm.

“Aniyo..dia keluar sebentar, ayo masuk” dia mempersilakan aku masuk.

“Kamsahamnida.” Aku memakai bahasa agak formal pada member lainnya, karena aku tidak terlalu dekat. Kalau pada Jung Min oppa tidak perlu menggunakan bahasa formal.

Aku dan Hyun Joong oppa duduk di ruang utama sambil menonton tv. Dan tidak lupa Hyun Joong oppa mengambilkanku minum.

“Oppa bagaimana persiapan album barunya?” aku mulai membuka topic.

“Sudah hampir finishing. Bagaimana di trainee? Menyenangkan?” dia menyambung topik pembicaraan.

“Lumayan, tapi sangaaat melelahkan. Tapi untungnya selalu ada Jung Min oppa selalu mendampingiku. Dia baik sekali padaku.” Aku memuji Jung Min oppa. Haha..tawaku dalam hati.

“Oohh” jawaban yang singkat darinya memberhentikan topik tadi.

“Oppa, boleh aku ke toilet?” tanyaku sambil berdiri dari sofa.

“Ne, toilet sebelah sana” dia menunjuk ke arah sebelah kamar tidur.

“Kamsahamnida”

Aku berlari sedikit ke kamar mandi ingin buang air kecil, aduh lama sekali sih Jung Min oppa. Aku keluar dari kamar mandi, ketika aku sedang berjalan ke arah sofa, aku terpeleset air yang ada di lantai.  Aku tidak bisa menjaga keseimbangan. Aku memejamkan mataku. Dan..(Loh?? koq aku lama sekali mendaratnya??) Saat kubuka mataku ternyata Hyun Joong oppa menahan tubuhku. Aku dan oppa bertatapan, kami tidak berkedip selama beberapa detik. DING DONG. Bunyi bel mengagetkanku dan Hyun oppa.

“Mian oppa, m-merepotkanmu” aku berdiri. Aku dan oppa menjadi salah tingkah dan muka kami memerah.

Aish bodohnya aku!! Kenapa jantungku berdetak kencang sekali.

“Gwenchana” jawabnya sambil meninggalkanku menuju ruang TV. Sedangkan aku membukakkan pintu.

“Ah oppa datang juga” akhirnya Jung Min oppa datang juga.

“Kau sudah lama disini?” merangkulku ke dalam dormnya.

“Hei kau kemana saja? Hyun Ae sudah menunggumu sejak tadi. Pabo!!” Hyun oppa agak kesal kelihatannya.

“Ne, kan katanya harus disiplin, huffh” memanyunkan bibirku.

“Mianhae, tapi aku membeli makanan ringan untukmu selama belajar tekhnik panggung” melihatkan kantung belanjaannya padaku.

“Ohohoho, gomapseumnida” aku dan Jung Min oppa ke balkon dormnya, lalu mulai belajar tehnik panggung sambil memakan snack.

Aku dan oppa belajar sambil bercanda. Karena mendung, aku pindah ke ruang tvnya. Karena kami sudah mengobrol panjang lebar, saking lelahnya aku tertidur.

***

Hyun Joong P.O.V

Saat ku menoleh, kulihat Hyun Ae berjalan dan hampir menginjak air yang ada di depannya, ketika aku akan memberitahunya, dia sudah melangkah dan tak bisa menjaga keseimbangannya, secara refleks aku terbangun dan menangkap tubuhnya. Aku bertatapan dengannya tak tahu berapa lama.

“Mian oppa, m-merepotkanmu” suara bel dan suaranya menyadarkanku.

“Gwenchana” sahutku yang salah tingkah, mukanya merah dan pasti aku juga. Aku menuju ruang tv lagi sedangkan Hyun Ae membukakkan pintu.

Hyun Ae membuka pintu, dan aku mengelus dadaku karena jantungku berdegup kencang dia manis sekali…aigo!! Apa yang aku pikirkan sih, di itu menyukai Jung Min.

“Ah oppa datang juga” Hyun Ae menyambut Jung Min yang sudah datang.

“Kau sudah lama disini?” dia merangkul Hyun Ae menuju ke dalam.

“Hei kau kemana saja? Hyun Ae sudah menunggumu sejak tadi. Pabo!!” aku agak kesal.

“Ne, kan katanya harus disiplin, huffh” Hyun Ae memanyunkan bibirnya aigo lucu sekali batinku.

“Mianhae, tapi aku membeli makanan ringan untukmu selama belajar tekhnik panggung” melihatkan kantung belanjaannya pada Hyun Ae.

“Ohohoho, gomapseumnida” Hyun Ae dan Jung Min pergi ke balkon dorm, lalu mulai mengobrol sambil memakan snack. Katanya sih mengobrol tehnik panggung tapi entahlah, siapa tau itu hanya alasan Jung Min untuk bersama Hyun Ae. Aku hanya memperhatikan mereka berdua, tak berapa lama bel berbunyi lagi. Ketika kubuka pintunya Hyung  Jun, Kyu dan Young Saeng masuk.

“Hei hyung, ada siapa?” Tanya kyu padaku.

“Ada Hyun Ae, dia sedang asik mengobrol dengan Jung Min bel pun sampai tidak di pedulikan” raut mukaku kesal.

“Haha kasihan Hyungku ini, kan sekarang sudah ada kami” Hyung Jun merangkulku dan masuk ke kamar bersama aku, Kyu dan Saeng.

Di kamar mereka sibuk masing masing aku hanya memperhatikan Hyun Ae dan Jung Min yang sedang bercanda.

“Hei kau kenapa melihat mereka berdua? Jealous?” Saeng mengagetkanku.

“Anni..” aku berbaring di tempat tidur.

Selang beberapa lama, teman-temanku sudah tertidur lagi, sedangkan aku negative thinking memikirkan apa yang dilakukan Jung Min pada Hyun Ae di luar sana. Jangan-jangan mereka melakukan sesuatu di luar sana. Aku pura-pura hendak mengambil minum di dapur, ketika ku keluar dari kamar. AIGO!! Hyun Ae sedang tidur di rangkulan Jung Min dan dia  juga tertidur pulas merangkul Hyun Ae. Benar benar mencari kesempatan sekali dia. Aku kedapur mengambil air teh yang kuberi gula. Aku membuat teh manis untuk merelaxkan pikiranku, aku meneguk tehku. Saat meminumnya, aku menghamburkan tehnya dari mulutku.

“Asiiiin!!” aish aku memasukkan garam, bukan gula. Ada apa sih dengan diriku? Aku seperti orang bodoh!! Aku mengelap bekas semburanku tadi.

“Waeyo Hyun Joong?” suara Jung Min mengagetkanku.

“A-anni..”aku salah tingkah.

“Ohh, dikira kenapa. Aku haus.” Dia mengambil minum.

“Hyun Ae masih tidur?” aku mencuci gelas teh asinku tadi. Jung Min besandar di meja dapur.

“Ne, dia sepertinya lelah sekali minggu ini. Tadi aku memindahkannya ke atas sofa. Dia manis juga.” Dengan gaya khasnya dan memutar gelas di tangan kanannya.

Mwo? Berarti dia menyentuh tubuh Hyun Ae. Aish!! “Kau baru menyadarinya?”

“Wah, ternyata kau suka memperhatikannya ya? Kau suka padanya?” dia agak menelisik aku.

“A-aniyo.. kau tahukan kalau aku suka wanita yang lebih dewasa dariku? Sedangkan dia dongsaengku, jadi bukan termasuk wanita idamanku” aku selalu salah tingkah setiap pertanyaan yang memojokkanku.

“Ya siapa tahu saja kan? Karena dia itu memiliki pribadi yang menarik” Jung Min berlalu ke ruang tv.

Aish kenapa sih aku harus membohongi perasaanku sendiri. Kenapa aku tidak katakan kalo aku menyukainya sejak awal, dan sekarang rasa ini berubah menjadi cinta.

***

Hyun Ae P.O.V

Aku terbangun dan aku sekarang ada di atas sofa dan diselimuti oleh selimut yang hangat. Aku terduduk di sofa, dan mengumpulkan nyawaku.

“Kau sudah bangun?” Jung Min oppa menghampiriku.

“Ne…ah jam berapa ini?” aku melihat jamku “OMONA!! Jam setengah 9 malam, aku mau pulang” aku beranjak dari sofa dan bergegas memakai sepatuku.

“Kau pulas sekali tidurnya, jadi aku tidak tega membangunkanmu. Aku antarkan pulang ya ?”

“Asal aku tidak merepotkan oppa”

“Kajja!!” dia bersemangat. Ketika berjalan di koroidor apartemen, tiba-tiba oppa memegang tanganku. Jantungku berdegup kencang. Selama di perjalanan aku asyik mengobrol dengannya, sampai perjalanan pun tak terasa.

“Gomapta oppa” melepas seat belt siap untuk keluar mobil, tapi tanganku dipegang oppa. Aku menoleh padanya.

“Ne..” dia mencium keningku. Aish senangnya.

Aku melambaikan tangan ketika mobilnya melaju. Saat aku sampai di kamarku,aku memikirkan Jung Min oppa. Selama ini dia baik padaku, aku sangat nyaman dan merasa hangat bila bersamanya. Aku suka padanya? Ciuman dikening dan pegangan tadi, apa itu bukti kalau dia menyukaiku? Aku tidak bisa tidur memikirkan itu.

***

Tiba dimana hari ini debutku, aku menyanyikan lagu bersama teman-teman. Dan SUKSES!! Tidak sia-sia aku rehearsal full sejak 3 hari kemarin. Ketika di belakang panggung Jung Min oppa langsung memelukku.

“Chukhaeyo Hyun Ae-ya” ujarnya semangat.

“Gomawo oppa, ini berkat dirimu juga” aku tersenyum padanya.

“Mari kita rayakan, aku ajak teman-temanku juga ya.”

“Oppa tapi itu terlalu merepotkan, kalau kita berdua saja bagaimana? Aku yang traktir” aku mengeluarkan shining eyes ku.

“Hmm, yasudahlah janji kau yang bayar ya”

“Ne” aku dan oppa pergi ke sebuah kedai kecil yang menjual soju.

***

Aku minum satu gelas saja, karena kepalaku sudah pusing.

“Oppa..sudah minumnya.” aku mengambil gelasnya oppa karena dia sudah minum lebih dari dua gelas.

“Satu kali lagi..ayolah Hyun Ae” sambil menuangkan satu gelas soju lagi dan meminumnya.

Sepertinya oppa sudah mabuk, kemudian kepalanya ditidurkan di meja kedai itu. Aku membiarkan dia seperti itu, mungkin dia lelah dan stress jadi minum banyak. Tapi sudah lumayan lama aku diamkan, dia tetap seperti itu sampai mengigau yang tak jelas, kedai soju nya pun sudah mau tutup.

“Oppa ayo pulang” aku mengguncangkan tubuhnya.

“Ahhh Hyun Ae aku mau satu gelas lagi, sebagai penutup” dia menuangkan sojunya, tapi kali ini aku merebutnya.

“Sudah oppa, kau sudah mabuk” aku pergi membayar semua minumannya, dan uangku habis untuk membayar itu semua.

Aku membopong tubuh oppa, dia berat sekali. Tapi untungnya dia masih setengah sadar. Coba dia tertidur disana, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Sepanjang jalan oppa mengigau bercerita tidak jelas. Aku tidak menghiraukannya.

“Sebentar lagi sampai” aku bersemangat.

Aku membawanya sampai kedepan dormnya. Dan aku menekan bel dorm tersebut. Oppa malah memelukku dan menyandarkan kepalanya di kepalaku. Aku jadi sulit bergerak. Tak lama terbukalah pintu dorm, Hyun Joong oppa yang membukakan, dan agak terkejut melihat Jung Min seperti itu.

“Hyun Joong oppa, dia minum soju terlalu banyak” aku masih membopongnya dan sekarang di bantu Hyun Joong oppa.

Jung Min oppa ditidurkan di ranjangnya, aku mencopot sepatu dan mantelnya. Aku berlari merebus air gingseng agar bagus ketubuhnya, karena banyak minum soju. Aku menunggu mendidih dahulu dan menuangkannya kegelas. Aku membawanya ke kamar, lalu kubantu oppa duduk untuk minum. Setelah selesai aku hendak menyimpan gelas dan pulang. Tapi..

“Hyun Ae, kau jangan kemana-mana, temani aku disini” Jung Min oppa menggenggamku kuat.

“Ya! Kau sangat merepotkan sekali. Kasihan Hyun Ae sudah membopongmu kemari” Hyun Joong memarahi Jung Min oppa.

“Sudah, kau bilang saja kau suka Hyun Ae kan? Jadi tidak senang melihatnya denganku?” dengan nada mengejek.

“Apa maksudmu?” Hyun Joong oppa menarik kerah baju Jung Min oppa.

“Sudah!! Hyun oppa biar saja aku disini. Kalau orang sedang seperti ini susah diberitahunya” aku melerai keduanya.

“Yasudah terserah!! Kau juga senang kan bersamanya? Kalau begitu selamat bisa bersamanya semalaman ini” Hyun oppa menyindirku, dan masih dengan marah.

“Bu-bukan..”

“Sudah biarkan saja orang itu !!” belum sempat meneruskan kata-kataku, Jung Min oppa menyuruhku untuk mengacuhkannya.

Hyun oppa meninggalkan aku dan Jung Min oppa dengan marah. Mianhae oppa, aku tidak sperti yang kau pikirkan.

***

Pagi pun tiba, aku terbangun dengan selimut di punggungku. Jung Min oppa masih tidur, siapa yang memakaikannya padaku? Aku pergi ke dapur, ketika aku minum.

“Saranghaeyo Hyun Ae..” dia membalikkan tubuhku dan mencium tepat dibibirku. Omona my first kiss!! Dan orang itu adalah Hyun oppa, aku memalingkan wajahku.

“Oppa? Apa yang kau lakukan?” mataku berkaca-kaca, dia merebut first kiss ku.

“Aku menyukaimu sejak awal. Aku tidak bisa membohongi perasaanku lagi, melihat kelakuan Jung Min yang selalu dekat dengan mu membuat aku kesal. Dan selama ini yang memperhatikanmu adalah aku. Kau mau kan jadi yoja chingu ku?” di mendekatkan wajahnya lagi dan..

“HENTIKAN!!” Jung Min oppa membalikkan wajah Hyun  oppa dan memukulnya tepat di pipinya.

Hyun oppa tersungkur ke lantai dorm. Bibirnya mengeluarkan darah.

“OPPA!!” aku berteriak histeris dan menutup mulutku sambil menangis.

“Hyun Joong, apa yang kau lakukan pada angelku? Kau munafik!!” Jung Min oppa mendekatiku dan merangkulku yang sedang menangis.

Hyun oppa hanya tersenyum mengejek, “Ya aku menyukainya. Aku tidak suka kau selalu berada di sampingnya. Aku tidak punya kesempatan untuk bersamanya.” Hyun oppa beranjak dan mendaratkan pukulannya di pipi kiri Jung Min oppa. Seketika kulihat bibir dan hidung Jung Min oppa mengeluarkan darah, dan pelukannya padaku semakin erat.

“She is my angel!!” oppa mengepalkan tangannya siap memukul lagi.

“HENTIKAN!! HENTIKAN!!” tiba-tiba Hyung, Kyu dan Saeng masuk  dan melerai keduanya.

Jung Min oppa membawaku keluar dorm menuju taman. Aku dan oppa duduk di bangku taman, aku berlari mencari air dingin dan lap. Aku meminta es ke tukang es krim dekat taman dan meminta tissue. Segera aku kembali ke tempat oppa dan duduk disampingnya. Aku memegang pipi kanannya dan ku usap lukanya, dia agak meringis. Tak tahu kenapa batinku terluka juga melihatnya kesakitan. Tak terasa air mataku mengalir sambil membersihkan luka Jung Min oppa.

“Kau kenapa?” dia mengusap air mataku.

“Aku sedih melihatmu terluka, aku sakit melihatmu kesakitan” aku menunduk.

Jung Min oppa mengangkat daguku dan mengecupku bibirku. Kemudian melepasanya, dibibirku ada noda darah karena luka Jung Min oppa masih mengeluarkan darah. Aku hanya menunduk karena malu.

“Hyun Ae..saranghaeyo, mian aku baru mengatakannya.” Dia melihatku yang sedang menunduk.

“Na do” ucapku pelan kemudian Jung Min oppa memelukku.

Ini yang aku rindukan darimu, setiap saat dan setiap waktu. Kehangatanmu yang membuatku nyaman dekat dengan mu. Saranghaeyo Jung Min oppa. Jung Min oppa melepaskan pelukannya.

“Kau mau jadi angelku?”  dia menatap kedua mataku.

“Mm..ne..” jawabku malu, Jung Min oppa mendekatkan wajahnya. Tapi ku tempelkan tisu dingin itu ke mulutnya dan berdiri.

“Aish..jagiya..awas kau ya.” Jung Min oppa mengejarku, aku pun berlari. Aku dan Jung Min oppa berlari-larian di taman. Sore itu menjadi sore yang indah untukku dan Jung Min oppa.

Oppa tetaplah disampingku, berikan aku selalu kehangatanmu. Saranghaeyo oppa. Yeongwonhi . .

___THE END___


0 Responses to “Fanfic : My Savior (One shoot)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

SS501

Kim Hyun Joong, Heo Young Saeng, Kim Kyu Jong, Park Jung Min, Kim Hyung Jun

Disinilah tempatnya Triple S, Mighty Max, & ELF, Kiss Me berkumpul. Aku harap kalian bisa enjoy dan aku juga mohon kesediaan kalian untuk tidak pelit dalam bercomment dan ngevote postingan yg menurut kalian bagus. Thanks

Pasang Banner Affiliate ini Juga yah diblogmu

Buat yang berminat jadi Author di blog ini silahkan mendaftarkan diri [DISINI]

Kalo mau curhat , comment hal2 yg gak penting, request, bashing-bashingan [Disini]

Jangan Lupa Buat Follow Aku Di Twitter

Add Me On Facebook

T-Max

Kim Joon, Shin Min Chul, Park Yun Hwa, Park HanBi, Joo Chanyang

U-Kiss

Alexander, SooHyun, KiBum, KiSeop, Eli, Kevin, DongHo

Top Rate

Categories

Visitor

  • 526,323 Visitor, Thanks For Coming

Tweeted

  • قال النبي صلى الله عليه وسلم : لغدوة في سبيل الله أو روحة خير من الدنيا وما فيها #Hadith #ﷺ 3 hours ago
  • فآمنوا بالله ورسوله والنور الّذي أنزلنا والله بما تعملون خبير ﴿٨﴾ -- سورة التغابن #Quran 5 hours ago
  • على أنقاب المدينة ملائكة لا يدخلها الطاعون ولا الدجال -- صحيح مسلم #@Hadith معنى أنقاب : طرق #ﷺ 9 hours ago
  • قل إني أخاف إن عصيت ربي عذاب يوم عظيم ﴿١٥﴾ من يصرف عنه يومئذ فقد رحمه وذلك الفوز المبين ﴿١٦﴾ -- سورة الانعام #Quran 11 hours ago
  • أعوذ بك من شر ما صنعت ، أبوء لك بنعمتك علي وأبوء بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت #أذكار_الصباح_والمساء #hadith 1 day ago

Max Triple Kiss Worlds


%d bloggers like this: